Studi: Vaksin Pfizer Tak Cukup Ampuh Tangkal Varian Omicron di Afrika Selatan

- Rabu, 15 Desember 2021 | 13:45 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer. (Foto: Antara)
Ilustrasi vaksin Pfizer. (Foto: Antara)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebuah penelitian mengungkap vaksin Pfizer tidak cukup ampuh menangkal varian Omicron di Afrika Selatan. Penelitian itu dilakukan oleh lembaga kesehatan swasta di Afrika Selatan yakni Discovery Health.

Hasil penelitian terungkap, perlindungan terhadap varian Omicron hanya 33 persen. Angka itu menurun tajam dari sebelumnya 80 persen terhadap varian Delta.

Baca Juga: 1,2 Juta Vaksin Pfizer Didistribusikan ke 5 Provinsi, Termasuk Sumbar

"Temuan dari analisis adalah yang pertama tentang perlindungan terhadap Omicron, sejauh ini menunjukkan penurunan kemampuan untuk menetralisir virus," tulis laporan itu dikutip dari Reuters melalui Kumparan.com, Rabu (15/12).

Dalam penelitian itu, Discovery Health juga bekerja sama dengan Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan atau SAMRC. Tidak dijelaskan ada berapa sampel yang mereka ambil dari penelitian ini.

Baca Juga: Dosis Ketiga Pfizer-BioNTech Diklaim Efektif Jinakkan Varian Omicron

Namun, sampel penelitian antara 15 November hingga 7 Desember, orang yang telah menerima dua dosis vaksin memiliki peluang 70 persen untuk terhindar dari gejala berat jika terpapar varian Omicron.

Sedangkan terhadap varian Delta, hasilnya masih cukup baik yakni sekitar 93 persen akan terhindar dari gejala berat.

Sebelumnya, WHO menetapkan varian Omicron sebagai varian berbahaya atau Variant of Concern (VoC) karena memiliki mutasi yang banyak dan mengkhawatirkan.
varian Omicron pertama kali ditemukan di negara bagian Afrika Selatan pada 24 November 2021.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X