Baca! Ini Aturan Terbaru Syarat Naik Kapal Selama Nataru

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 12:15 WIB
penumpang Kapal Laut
penumpang Kapal Laut

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menerbitkan syarat perjalanan penumpang transportasi laut selama libur natal dan tahun baru (Nataru).

Hal ini diatur dalam Surat Edaran Nomor 110 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Laut Selama Periode Nataru Pada Masa Pandemi Covid - 19.

Baca Juga: Asyik! Keliling Sungai Kapuas Naik Kapal Kini Bisa Pakai DANA

Adapun surat ini berlaku mulai pada 24 Desember 2021 - 2 Januari 2022 mendatang. Selama masa Nataru, pelaku perjalanan dalam negeri wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan.

Selain itu ada beberapa aturan lain yang diperketat diantaranya penumpang kapal laut yang akan melakukan perjalanan dari dan/atau ke pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia. Mereka wajib menunjukkan kartu vaksin (dosis lengkap) dan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam atau di pelabuhan sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Naik Kapal Laut saat New Normal? Wajib Patuhi Persyaratan Ini

"Penumpang kapal laut yang berusia di atas 17 (tujuh belas) tahun dan belum mendapatkan vaksin dosis lengkap, ataupun tidak melakukan vaksin dosis lengkap dikarenakan alasan medis, maka mobilitasnya dibatasi untuk sementara," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (18/12/2021).

Sementara itu, penumpang kapal laut yang berusia di bawah 12 (dua belas) tahun diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT- PCR Test yang pengambilan sampelnya dilakukan dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Namun mereka tak harus menunjukkan kartu vaksin.

"Penumpang kapal laut yang menunjukkan gejala indikasi COVID- 19 walaupun berdasarkan surat keterangan RT-PCR Test atau Rapid Test Antigen menunjukkan hasil negatif, maka penumpang tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR serta karantina mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan," jelasnya lagi. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

X