Wiranto dan Tito Disebut Kivlan Buat Kegaduhan, Harus Dihadirkan ke Sidang

- Selasa, 14 Januari 2020 | 16:52 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam Kivlan Zen meminta majelis hakim dan jaksa penuntut umum agar menghadirkan mantan Menko Polhukam Wiranto dan juga mantan Kapolri Jenderal Purn Tito Karnavian dalam persidangan.

Ia menilai, kedua tokoh nasional itu perlu dihadirkan mengingat pernyataan mereka soal tudingan dari rencana pembunuhan empat tokoh nasional kepada publik melalui jumpa pers pada Mei 2019 lalu.

"Menjadi adil untuk dipanggil ke pengadilan untuk didengar keterangannya yang telah membocorkan isi BAP Projustisia, sehingga menimbulkan kegaduhan, setidaknya keluarga besar saya," ujar Kivlan saat membacakan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Ia menilai, tudingan tersebut telah merugikan dirinya, hingga akhirnya menyeretnya ke meja hijau. Purnawirawan TNI itu pun menepis tuduhan yang menjadikan dirinya sebagai dalang kerusuhan.

Kivlan dituduh menjadi dalang atau terlibat sebagai pelaku makar demonstrasi pada 21-22 Mei 2019. Polisi juga menyebut Kivlan di balik rencana pembunuhan terhadap empat pejabat publik kala itu dan satu pimpinan lembaga survei.

Kelima target itu, yakni mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan; Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan; Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere; dan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.

"Terlihat dari dakwaan penuntut umum tidak menggambarkan kejahatan yang telah beredar di masyarakat mengenai saya," ujar Kivlan.

Kivlan mengaku justru mendapatkan informasi rencana pembunuhan pada kepada dirinya dari Helmi Kurniawan alias Iwan yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama dengan Kivlan.

Rencana pembunuhan, kata dia, akan dilakukan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, Gories Mere, serta 3 orang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Golkar: Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa M 5,3 Guncang Malang

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:09 WIB
X