Khawatir Omicron, Indonesia Wajibkan Turis dan WNA Karantina 10 Hari

- Jumat, 24 Desember 2021 | 14:15 WIB
Ilustrasi omicron
Ilustrasi omicron

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan kasus pertama varian Omicron di Indonesia yang ditemukan pada Kamis (16/12/2021). Meski sebelumnya pemerintah telah melakukan gerak cepat guna menekan kemungkinan menyebarnya varian tersebut di Indonesia, di antaranya melalui pengetatan pintu masuk dan karantina bagi pejalan dari luar negeri.

Dalam upaya membendung masuknya varian Omicron, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting menyatakan, pemerintah memperketat pintu-pintu masuk ke Indonesia, yakni di bandara, pelabuhan, serta perbatasan.

Baca Juga: Studi: Omicron Tak Terlawan oleh Vaksin Sinovac Dosis Lengkap Plus Booster

“Ini harus kita kunci. Penguncian ini, salah satu mekanismenya adalah dengan karantina,” ujar Alex dalam Dialog Produktif dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN.

Sebelum karantina, ditambahkan Alex, sudah ada aturan-aturan bagaimana para pelaku perjalanan luar negeri bisa datang ke Indonesia dengan aman dan nyaman, seperti sudah divaksinasi lengkap, melakukan tes PCR dalam 3 x 24 jam, tidak dalam keadaan sakit, serta harus mau mengikuti prosedur.

Baca Juga: Sudah 8 Kasus Omicron di Indonesia, Pemerintah Perketat Pintu Masuk

Ia menyampaikan, berdasarkan ketentuan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 25 yang mengatur bahwa mahasiswa, pelajar, pekerja migran atau pegawai negeri yang kembali ke Indonesia, tempat karantina disiapkan oleh pemerintah. Bagi turis dan WNA, karantina dilakukan di hotel dengan masa karantina 10 hari.

“Kalau terjadi perburukan maka karantina diperpanjang hingga 14 hari sesuai masa inkubasi,” jelasnya.

Alex menekankan, terdapat undang-undang terkait Karantina dan Penyakit Wabah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X