Percepat Penanganan Virus Covid-19, Mulyadi Desak Presiden Distribusikan Alat Rapid Test

- Sabtu, 21 Maret 2020 | 20:35 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Mulyadi mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat distribusi alat Rapid Test virus Covid-19 atau corona ke setiap daerah. Hal ini bertujuan agar penyebaran virus tersebut dapat terdeteksi dalam waktu singkat.

"Saya meminta pemerintah pusat untuk segera mengirim alat Rapid Test Corona ke daerah-daerah, khususnya RS rujukan yang ada di setiap provinsi dan kabupaten/kota," tutur Mulyadi.

Calon Gubernur (Cagub) Sumatra Barat Mulyadi yang dikenal merakyat tersebut menjelaskan alat yang ada di setiap RS rujukan virus Corona saat ini belum memadai. Bahkan masih terdapat RS yang hanya memiliki ruang isloasi saja untuk pasien suspect corona.

Seperti halnya di daerah Bukittinggi, Sumbar, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Mulyadi, terdapat 8 pasien suspect corona yang baru mendapatkan tindakan isolasi. Hingga kini, baik pasien maupun pihak RS belum dapat memastikan apakah positif atau negatif virus corona. Tentu saja hal ini disebabkan oleh peralatan tes yang belum memadai.

"Alat yang ada di RS saat ini masih sangat terbatas, pihak RS hanya menyediakan ruangan isolasi namun belum bisa melakukan tes apakah pasien mengidap corona atau tidak," kata dia.

"Di daerah Bukittinggi saya mendapatkan informasi kalau ada 8 pasien suspect corona namun tindakan yang diambil baru tindakan isolasi, situasi seperti ini tentunya tidak menguntungkan," imbuh Mulyadi.

Oleh karenanya, Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi menegaskan agar pemerintah pusat bergerak cepat dalam mengambil tindakan. Ia mendorong agar alat maupun obat yang telah dimiliki oleh pemerintah pusat untuk menghadapi virus corona segera untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia khususnya Sumbar.

Ia juga menambahkan penyebaran alat dan obat penanganan corona hingga ke puskesmas setelah kebutuhan RS rujukan terpenuhi.

"Sikap cepat tanggap dalam situasi darurat seperti ini sesuatu yangg memang harus dilakukan seorang Presiden. Lebih baik berpikir antisipatif daripada bertindak setelah banyak yang terjangkit. Penyebaran alat dan obat juga harus menyentuh puskesmas setelah kebutuhan RS terpenuhi," ujar Mulyadi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Amandemen UU 1945, Susi: Tidak Urgen, Tidak Perlu!

Sabtu, 18 September 2021 | 01:09 WIB

Agim, Anak Nelayan yang Ingin jadi Hafiz Quran

Jumat, 17 September 2021 | 17:45 WIB

Ini Daftar Lengkap 150 Pati TNI yang Dimutasi

Kamis, 16 September 2021 | 17:40 WIB
X