Mulyadi Apresiasi Indonesia Berhasil Tekan Persentase Tingkat Kematian Covid-19

- Rabu, 25 Maret 2020 | 19:16 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Mulyadi mengapresiasi pemerintah Indonesia dan seluruh barisan garda terdepan penanganan virus Covid-19 (corona) karena telah berhasil menurunkan case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian sebesar 1.99 persen. Sebelumnya diberitakan diberbagai media, tingkat kematian virus corona di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan angka 9.33 persen. 

Namun kini angka tersebut telah berkurang menjadi 7.34 persen. Angka tingkat kematian tersebut membuat Indonesia tidak lagi berada di peringkat teratas dari negara-negara lainnya yang terdampak virus corona.

"Saya sangat mengapresiasi sekali bahwa negara kita tidak lagi sebagai negara yang memiliki tingkat kematian virus corona tertinggi di dunia. Penurunan angka ini tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat terutama mereka yang berjuang di garis depan yakni para tenaga medis," tutur Mulyadi.

"Tenaga medis kita berjuang tidak kenal lelah untuk terus berjibaku dengan virus ini, pengorbanan yang mereka lakukan sangat luar biasa untuk masyarakat kita. Kita doakan semoga mereka semua diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT," imbuhnya.

Calon Gubernur (Cagub) Sumbar Mulyadi juga mengatakan penurunan angka tingkat kematian tersebut harus bisa kita tekan bersama. Ia mendorong pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menangani virus corona. Terutama untuk para tenaga medis yang merupakan garda terdepan perang melawan virus tersebut.

"Sembari menunggu ditemukannya obat atau vaksin untuk membasmi virus corona ini, pemerintah saya imbau agar terus mendukung secara penuh tenaga medis kita karena merekalan garda terdepan kita, jangan sampai mereka tumbang karena kurangnya dukungan kita," tutur Mulyadi.

Tak hanya itu, Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi juga mengimbau agar masyarakat mengikuti seluruh protokol pencegahan penyebaran virus corona yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Mulai dari menjaga jarak sosial, menjaga kebersihan  dan imunitas badan dan mengenakan masker bila sedang sakit. 

Lebih baik lagi, ia mengatakan, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di luar rumah dihimbau agar tidak keluar.

"Angka ini harus kita jaga bersama, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan. Masyarakat dihimbau agar membatasi kegiatan di luar rumah, bila harus keluar ikuti protokol pencegahan yang telah dikeluarkan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Amandemen UU 1945, Susi: Tidak Urgen, Tidak Perlu!

Sabtu, 18 September 2021 | 01:09 WIB

Agim, Anak Nelayan yang Ingin jadi Hafiz Quran

Jumat, 17 September 2021 | 17:45 WIB

Ini Daftar Lengkap 150 Pati TNI yang Dimutasi

Kamis, 16 September 2021 | 17:40 WIB
X