Kisah Nadia, Melakoni Pekerjaan Mencari Batu Sungai, Demi Menopang Ekonomi Keluarga

- Jumat, 10 April 2020 | 12:13 WIB

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Ketika anak gadis seusianya sibuk menghabiskan waktu bermain gadget atau belajar di rumah karena pandemi Covid-19. Akan tetapi, Nadia lebih memilih mencari batu di sungai sambil mengembala Kambing, bukan Gimik!!. Nadia nyata seorang "Super Girl" (Gadis Super) asal Solok Selatan.

Laporan: Jefli - Solok Selatan
 

Nadia Turahmah, seorang gadis berusia 14 tahun berstatus pelajar kelas tujuh di salah satu SMP Negeri di Solok Selatan (Solsel). Gadis polos ini, memilih cara berbeda dari kebanyakan gadis seusianya untuk membantu ekonomi Orangtuanya. Mencari dan mengumpulkan batu di Sungai sembari mengembala Kambing.

Mencari batu di sungai untuk dijual, hampir tiap hari dilakoni Nadia untuk membantu perekonomian keluarga, kegiatan itu bisa dilakukan jika debit air tidak naik. Berlokasi didekat rumahnya di Sungai Mudiak Lolo Jorong Kalampaian, Nagari Pasir Talang Selatan, Kecamatan Sungai Pagu, Solsel. 

Semenjak aktivitas belajar dirumah, karena wabah Covid-19 kegiatan mencari batu bisa dilakoni dua kali sehari, pada pagi hari dan sorenya.

"Sungainya kan didepan rumah sehingga bisa mengumpulkan batu, mulai jam 7 pagi hingga pukul 10.00 WIB dan sorenya pada pukul 16.00 WIB - 18.00 WIB. Akan tetapi, apabila ada aktivitas belajar disekolah hanya sore saja mencari batu, sebab pagi sampai sore belajar di sekolah," kata gadis berambut panjang itu, saat ditemui Harianhaluan.com, Jumat (10/4/2020).

Gadis yang bercita-cita menjadi dokter itu mengaku tidak malu atau gengsi membantu perekonomian keluarga dengan cara mencari batu di sungai. "Halal kok malu, Nadia tidak mencuri lho. Daripada bermain, lebih baik bantu Ayah dan Ibu. Hasilnya bisa untuk beli sepatu, baju dan membeli beras serta perlengkapan sekolah," katanya polos.

Penerapan belajar dirumah, terkadang diakuinya menjadi kendala. Pasalnya, ia tidak memiliki gadget android dan handphone (HP). "Kemarin, hasil jual batu dibelikan paket data internet untuk belajar, sedangkan HP pinjam punya orang," sebutnya.

Hasil dari mengumpulkan batu, sehari bisa dapat setengah kubik yang dijual seharga Rp 20-25 ribu. Tidak hanya mengembala dan mencari batu di sungai, Nadia juga kerap membersihkan rumah orang seperi menyapu dan mencuci piring. "Ya, lumayan juga kadang dapat Rp15 ribu. Kadang mencari batu juga dibantu Ibu dan Ayah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X