Ilmuwan Berusaha Memprediksi Kedatangan Gelobang Tsunami

- Kamis, 30 Desember 2021 | 01:30 WIB
Buoy Merah Putih yang dipasang BPPT, 14 April 2019, di area Gunung Anak Krakatau untuk memantau gejala tsunami. (BPPT)
Buoy Merah Putih yang dipasang BPPT, 14 April 2019, di area Gunung Anak Krakatau untuk memantau gejala tsunami. (BPPT)

 

HARIANHALUAN.COM - Para ilmuwan berusaha memprediksi kedatangan gelombang-gelombang tsunami yang mematikan menggunakan jalaran medan magnetiknya. Karena air laut adalah pengantar listrik, ketika sejumlah massanya yang signifikan berpindah tempat sekaligus, dia membangkitkan medan magnetik yang lemah.

Meski lemah, medan magnetik itu dapat digunakan untuk memprediksi kedatangan tsunami, bahkan sebelum muka laut di pantai mulai terkoyak.

Baca Juga: Final Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Babak Belur Diobrak-abrik Messi Thailand

Para peneliti telah memikirkan kemungkinan kemampuan itu sejak lama, tapi selama ini kekurangan data untuk bisa membuktikannya. Zhiheng Lin, geolog dari Universitas Kyoto, Jepang, dan koleganya mengumpulkan datanya dari dua kejadian tsunami di Pasifik untuk mendemonstrasikan peluang pemanfaatan medan magnetik itu. Satu dari kejadian tsunami yang menerjang Samoa pada 2009 dan yang lain yang terjadi di Cile pada 2010.

Lebih jauh lagi, perubahan medan magnetik diyakini dapat digunakan untuk secara akurat memperkirakan perubahan muka air laut dari sebuah tsunami.

Biasanya, para peneliti menggunakan alat ukur tekanan yang diletakkan di lantai laut untuk deteksi dini tsunami. Tapi informasi perubahan-perubahan tekanan ini terkirim setelah gelombang tsunami itu melintasi sensor buoy.

Baca Juga: Kemendikbduristek Raih Penghargaan Top 5 Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik 2021

Lin dan timnya menggunakan sensor-sensor yang ada di Samudera Pasifik sebelah selatan untuk mengukur medan magnet dan perubahan muka air laut secara simultan untuk dua kejadian tsunami di kawasan itu pada 2009 dan 2010. Mereka menemukan kalau tsunami-tsunami itu didahului oleh perubahan medan magnetik dalam air.

“Sensor-sensor tekanan merespons tsunami tepat setelah perubahan muka air laut,” kata Lin. “Tapi medan magnetik tsunami tiba lebih awal daripada perubahan muka air lautnya.”

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: tempo.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X