Indonesia Kedatangan 12 Juta Vaksin AstraZeneca Melalui Jalur Pembelian Langsung

- Kamis, 30 Desember 2021 | 07:15 WIB
Arsip - Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca sebelum disuntikkan kepada karyawan hotel di Rumah Sakit Mardiwaloeja, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/5/2021).  (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Arsip - Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca sebelum disuntikkan kepada karyawan hotel di Rumah Sakit Mardiwaloeja, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/5/2021). (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia kedatangan sekitar 12 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui jalur pembelian langsung. Kedatangan itu terjadi dalam dua tahap yakni ke-180 dan 181.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam kedatangan tahap ke-180 tiba di tanah air vaksin AstraZeneca pada Senin (27/12/2021) malam berjumlah 6.683.500 dosis vaksin jadi. Sementara kedatangan tahap ke-181 tiba pada Selasa (28/12/2021) malam berjumlah 5.787.400 dosis.

Baca Juga: Kedatangan 482 Ribu Vaksin AstraZeneca, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Pilih-pilih Merek

"Vaksin yang datang ini akan segera didistribusikan ke titik-titik wilayah yang membutuhkan," ujarnya.

Johnny menambahkan, pemerintah terus mempercepat dan memperluas pelaksanaan vaksinasi nasional untuk secepatnya membangun herd immunity. Peningkatan perlindungan untuk kelompok-kelompok yang rentan juga dilakukan dengan pemberian booster, seperti kepada tenaga kesehatan. Perluasan sasaran juga dilakukan dengan menambahkan anak usia 6-11 tahun ke dalam target sasaran.

Baca Juga: 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan Australia Tiba di Tanah Air

"Vaksinasi adalah salah satu kunci untuk melindungi diri dan bangsa dari ancaman COVID-19," tegasnya.

Menkominfo menjelaskan, saat ini ada sebelas jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurutnya, seluruh vaksin yang datang tersebut adalah bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan vaksin bagi masyarakat. Apalagi, lanjutnya, dengan peningkatan upaya percepatan dan perluasan tersebut, maka dibutuhkan ketersediaan vaksin yang mencukupi. Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan kedatangan vaksin, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X