Pemerintah Sudah Antisipasi Corona Gelombang ke Dua, Ini yang Dilakukan

- Minggu, 12 April 2020 | 10:55 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah pakar meneliti, bila karantina wilayah diterapkan, justru akan berisiko terjadi gelombang kedua virus Corona. Pemerintah mengaku telah memperhitungkan soal risiko itu dan memilih tak menerapkan karantina wilayah.

"Bukan pilihan, karena kita sudah menghitung seperti itu. Makanya tidak ada opsi karantina wilayah," juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020).

"Salah satunya itu (risiko gelombang ke dua)," tegas Yuri.

Yuri mengatakan karantina wilayah merupakan masalah yang pelik. Dia mencontohkan bila karantina wilayah dilakukan di Jakarta.

"Masalah karantina wilayah itu masalah yang sulit, bukan hanya itu. Kamu bisa nggak bayangi tutup Jakarta? Memang pintu masuk Jakarta cuma satu? Mungkin nggak itu dilakukan?" ujar Yuri.

Yuri menilai karantina wilayah bukan pilihan untuk menuntaskan penyebaran virus Corona. Justru sebaliknya.

"Bukan pilihan kemudian menyelesaikan masalah, malah bikin rumit semuanya itu nanti," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bila karantina wilayah diterapkan, angka kematian kasus positif COVID-19 diprediksi bakal rendah. Ternyata strategi untuk menanggulangi virus Corona ini punya risiko. Angka kematian memang bisa ditekan dengan karantina wilayah, tapi COVID-19 gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya bakal muncul lagi.

Penjelasan ini adalah salah satu bagian dari hasil pemodelan terkait wabah COVID-19 di Indonesia, yang dibuat oleh pakar dari berbagai universitas dan tim SimcovID. Ilmuwan yang terlibat mengerjakan penelitian ini berasal dari ITB, Unpad, UGM, Essex and Khalifa University, University of Southern Denmark, Oxford University, ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Nusa Cendana.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Anies dan Gibran Saling Puji, Hari Ini Janji Akan Bertemu

Minggu, 26 September 2021 | 13:27 WIB

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB

Hari Ini Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.137

Sabtu, 25 September 2021 | 19:45 WIB

Ini 7 BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir

Sabtu, 25 September 2021 | 19:30 WIB
X