Kerjasama Bilateral Efektif, Pengadaan Vaksin Indonesia Hemat Rp13 Triliun

- Jumat, 31 Desember 2021 | 14:55 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 438.750 dosis vaksin tiba hari ini di Indonesia dalam kedatangan tahap ke-183. Vaksin tersebut berupa Pfizer yang merupakan donasi COVAX.

"Sehingga total vaksin yang sudah datang baik dalam bentuk bulk atau bahan baku dan vaksin jadi adalah 458.508.165 dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementrian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga: Berikut 5 Vaksin Covid-19 yang Jadi Calon Booster 2022

Dia memastikan, pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin melalui berbagai skema. dr. Nadia menyebut, Indonesia berhasil menghemat anggaran Rp13 triliun untuk pengadaan Vaksin COVID-19.

Penghematan ini, menurut dr. Nadia, karena efektifnya kerjasama bilateral yang Indonesia jalin dengan pihak luar sejak awal pandemi. Sehingga Indonesia mendapat banyak bantuan/donasi vaksin gratis.

Baca Juga: Lebih 430 Juta Dosis Vaksin Telah Tiba di Indonesia

Seperti dari COVAX facility, dan dari negara-negara sahabat seperti Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

"Anggaran vaksin COVID-19 bersisa Rp13 triliun pada tahun 2021 menjadi bukti pemerintah berhasil menghemat anggaran dan mengurangi beban keuangan negara dalam penanganan COVID-19," katanya.

dr. Nadia menambahkan, vaksin yang datang ini akan secepatnya didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan stok vaksin untuk pelaksanaan program vaksinasi. Hingga saat ini, lanjutnya, Indonesia telah melampaui target WHO untuk capaian vaksinasi. Meski begitu, ada beberapa wilayah yang capaiannya masih perlu dioptimalkan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X