Eksekusi Ganti Rugi Karhutla Mandek, Waket DPD RI Minta KLHK dan Menkeu Bentuk Satgas

- Jumat, 31 Desember 2021 | 16:01 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menggugat 31 korporasi secara perdata terkait kebakaran hutan dan pencemaran lingkungan sepanjang 2015-2021.

Dalam gugatan itu, 14 perkara di antaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan harus membayar ganti rugi. Namun, eksekusinya mengalami kemandekan.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Dishut Sumbar Tingkatkan Patroli

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Sultan B Najamudin mengapresiasi keputusan pengadilan yang menetapkan korporasi terkait kejahatan lingkungan tersebut divonis setimpal.

"Pelaku kejahatan lingkungan harus bertanggung jawab dan membayar semua kerusakan lingkungan hutan yang ditimbulkan sesuai keputusan pengadilan. Jika ada yang bandel, negara berhak menyita aset perusahaan tersebut", tegas Senator muda yang dikenal Naturalis itu.

Baca Juga: Buka Lahan dengan Dibakar, BPBD Sijunjung: Berpotensi Timbulkan Karhutla

Menurutnya, kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan bersama Kementerian keuangan RI bisa mengadopsi skema sita BLBI untuk memaksa para terdakwa membayar denda yang telah diputuskan pengadilan. Hal ini untuk mewujudkan kepastian hukum dan menimbulkan efek jera bagi pelaku.

"Negara tidak boleh kehabisan akal dan cara untuk menunjukan ketegasannya di hadapan korporasi. Denda Puluhan triliun rupiah itu tidak sepadan dengan nilai kerusakan lingkungan yang ditimbulkan selama ini. Kami harap pelaku ditindak tegas sesuai keputusan pengadilan", ujarnya.

Oleh karena itu, Kami mengusulkan agar KLHK bersama Kementerian keuangan RI membentuk Satuan Tugas (Satgas), seperti yang diterapkan pada kasus BLBI. Keseriusan pemerintah dalam menagih denda dari pelaku akan menjaga marwah hukum dan negara.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X