PRBM Eijkman Dilebur ke BRIN, PKS Khawatirkan Nasib Vaksin Merah Putih

- Selasa, 4 Januari 2022 | 20:20 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta pemerintah menjamin proses riset vaksin Merah Putih terus berlanjut meskipun status kelembagaan Pusat Riset Bio Molekuker (PRBM) Eijkman dibubarkan dan digabung ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Mulyanto mengingatkan bahwa riset Vaksin Merah Putih merupakan amanah rakyat Indonesia dalam hal penanggulangan Covid-19. Karena itu upaya ini jangan sampai terhenti hanya karena terjadi perubahan status kelembagaan.

Baca Juga: Direksi Terpapar Covid-19, PLN Tetap Pastikan Pengamanan Pasokan Batu Bara untuk PLTU

"Pemerintah jangan gegabah, perlu memikirkan soal ini secara seksama.  Jangan sampai program strategis yang menjadi amanat PRBM Eijkman, misalnya untuk mengembangkan riset Vaksin Merah Putih menjadi mandeg atau terbengkalai," tegas Mulyanto kepada media ini, Selasa (4/1/2021).

Mulyanto khawatir dengan diberhentikannya para saintis yang mencapai 100 orang lebih serta dipindahkannya laboratorium PRBM Eijkman jauh dari RSCM/FKUI, akan menimbulkan masalah bagi kelankutan riset Vaksin Merah Putih yang dimotori PRBM Eijkman bersama BUMN Bio Farma.

Baca Juga: Herry Wirawan Akui Perkosa Belasan Santriwati

Karena menurut Mulyanto, tidak mudah mencari pengganti para saintis ini dalam waktu singkat. Begitu pula posisi laboratorium yang strategis dekat dengan rumah sakit dan fakultas kedokteran, sehingga akses kepada sampel, bahan, alat, dan SDM medis sangat mudah. 

"Ini akan membuat jadwal produksi Vaksin Merah Putih Eijkman semakin molor," katanya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X