Saran Epidemiolog Terkait Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

- Rabu, 5 Januari 2022 | 12:15 WIB
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) (Dok.)
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) (Dok.)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100 persen sudah dapat diberlakukan di sejumlah wilayah pada Januari 2022. DKI Jakarta diketahui sebagai salah satu daerah yang sudah menggelar PTM terbatas tersebut.

Pelaksanaan PTM 100 persen, tentu menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Terlebih di tengah ancaman varian Delta dan Omicron.

Baca Juga: Mulai Januari 2022 Sekolah Wajib PTM Terbatas, SKB Terbaru Sudah Terbit

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menilai situasi pandemi saat ini sudah mulai membaik dibandingkan waktu beberapa bulan terakhir.

"Dalam beberapa bulan terakhir tahun 2021, sudah banyak progres kondisi pandemi (Covid-19) juga membaik, situasi PPKM juga menurun,” ujar Sekjen Kemendikbud Ristek Suharti dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Aturan PTM Baru Mulai Januari 2022, Semua Sekolah Wajib Tatap Muka Terbatas

Terkait dengan diberlakukannya PTM 2022 terbatas dengan kapasitas 100 persen, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman pun memberikan respons.

Menurut dia, pembukaan sekolah adalah satu hal yang harus diprioritaskan karena sekolah sangat penting masa depan bangsa. Namun, ada berbagai hal yang harus diperhatikan untuk mencegah penularan Covid-19 selama pembelajaran tatap muka ini berlangsung.

"Mitigasinya ini yang harus kita perkuat karena yang kita hadapi adalah bukan hanya Omicron tapi juga Delta masih ada," kata Dicky dalam Live Instagram Suara Edukasi, Selasa (4/1/2022).

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: kompas.com

Tags

Terkini

X