Tolak Penetapan UMK 2022, Buruh Batam Dirikan Posko Perlawan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 23:13 WIB
Demontrasi massa buruh Batam memperotes  UMK 22. (ist-haluankepri.com)pnetapan
Demontrasi massa buruh Batam memperotes UMK 22. (ist-haluankepri.com)pnetapan

HARIANHALUAN.COM - Kalangan buruh di Kota Batam, Kepri terus bergerak menolak penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2022 yang telah ditetapkan Gubernur Kepri.

Baca Juga: Minta Polri Menindak Tegas, GP Ansor Nilai Cuitan Ferdinand Bisa Menistai Agama Tertentu

Sebagai simbol perawanan kaum buruh di Batam terhadap kebijakan Gubernur Ansar Ahmad itu, mereka mendirikan posko keprihatinan di Taman Aspirasi Batam Centre. Di lokasi taman tersebut mereka mendirikan beberapa buah tenda.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Kepri, Saiful Badri mengatakan, Posko tersebut mereka buat sudah sejak 30 Desember 2021 lalu. Tujuannya adalah sebagai simbol perlawanan buruh Batam terhadap kebijakan Gubernur Provinsi Kepri.

Kemudian juga untuk sebagai tempat penampung aduan buruh terkait masalah upah di Batam pada masing-masing tempat buruh bekerja.

"Posko ini juga untuk tempat konsolidasi serikat pekerja dan buruh untuk menentukan sikap selanjutnya terhadap sikap Gubernur Kepri saat ini masalah UMK di Batam," ucap Saiful, dikutip dari haluankepri.com, Jumat (7/1/2022).

Dikatakan Saiful, untuk tahap pertama posko itu selama 3 bulan kedepan, namun jika tidak ada hasil maka akan berkemungkinan untuk berlanjut lagi.

"Posko ini dijaga secara bergiliran oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) masing-masing perusahaan, setiap harinya dijaga oleh beberapa PUK dan pengurus atau pimpinan aliansi secara bergiliran," ujar Saiful.

Disebutkan Saiful, sejalan pendirian posko ini, pihaknya juga akan mengadakan dialog-dialog dengan mendatangkan beberapa narasumber, seperti membahas upah dari perspektif ekonomi dengan mengundang pihak Bank Indonesia (BI) Kepri.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluankepri.com

Tags

Terkini

X