Benarkah Vaksin Covid-19 Ubah Siklus Menstruasi?

- Minggu, 9 Januari 2022 | 13:15 WIB
Ilustrasi pembalut menstruasi pada wanita. Inilah penyebab paling umum rasa nyeri saat menstruasi. (PIXABAY/pikulkeaw_333)
Ilustrasi pembalut menstruasi pada wanita. Inilah penyebab paling umum rasa nyeri saat menstruasi. (PIXABAY/pikulkeaw_333)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebuah studi terbaru menemukan pemberian vaksin Covid-19 memang dapat memengaruhi siklus menstruasi. Namun, menurut penelitian yang terbit di jurnal Obstetrics & Gynecology itu perempuan yang divaksinasi hanya mengalami sedikit perubahan dalam siklus menstruasinya, yakni kurang dari sehari.

Penulis utama studi tersebut, dr Alison Edelman, mengatakan bahwa penelitiannya dapat membantu meyakinkan, mengonfirmasi, dan menjadi alat konseling untuk perempuan yang masih khawatir vaksin Covid-19 akan memengaruhi kesuburan dan menstruasinya. Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan dampak vaksin kecil pada tingkat populasi.

Baca Juga: Simak! Berikut Syarat Orang yang Dapat Vaksin Booster Gratis

"Namun, hal itu mungkin bermakna sesuatu yang berbeda untuk setiap individu yang menstruasi," kata dr Edelman yang juga profesor kebidanan dan ginekologi di Oregon Health and Science University School of Medicine, dr Alison Edelman, kepada Today, dikutip dari Republika.co.id, Mimggu (9/1/2022).

Menurut dr Edelman, penelitian tersebut memberikan lebih banyak bukti bahwa vaksin Covid-19 tidak memengaruhi kesuburan dan efeknya pada menstruasi berjangka pendek. Wakil presiden untuk kegiatan praktik di American College of Obstetricians and Gynecologists dr Christopher M Zahn menjelaskan, menstruasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres, perubahan gaya hidup, atau berbagai kondisi yang mendasarinya.

Baca Juga: Berapa Tarif Vaksin Booster? Ini Kata Kemenkes

"Makalah baru yang diterbitkan di Obstetrics & Gynecology memberikan bukti baru yang penting yang menggarisbawahi bahwa dampak apapun dari vaksin Covid-19 pada menstruasi adalah minimal dan sementara," kata Zahn.

Untuk penelitian ini, Edelman dan rekan-rekannya menganalisis data dari 3.959 perempuan dengan "panjang siklus haid normal" yang menggunakan aplikasi pelacakan yang disebut Natural Cycles. Sekitar 2.403 peserta tersebut divaksinasi menggunakan jenis vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, atau Johnson & Johnson.

Sementara peserta yang tersisa, sekitar 1.556, belum menerima vaksin Covid-19. Para peneliti memeriksa tiga siklus haid sebelum vaksinasi, tiga selama, dan sesudahnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X