Peringatan IDI: Jangan Remehkan Varian Omicron Meski Gejala Ringan

- Minggu, 9 Januari 2022 | 13:30 WIB
Ilustrasi omicron
Ilustrasi omicron

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban menekankan jangan meremehkan varian omicron meskipun gejalanya ringan. Karena, ketika kasus meledak, tetap saja Rumah Sakit akan penuh.

"Jangan remehkan Omicron meski gejalanya ringan. Ketika kasus meledak, tetap saja rumah sakit akan penuh. Fasilitas kesehatan terganggu dan PTM 100 persen yang baru mulai bisa tertunda lagi," kata Zubairi dikutip dari Republika.co.id, Minggu (9/1/2022).

Baca Juga: Totalnya Sudah 318 Orang, Positif Omicron di Indonesia Bertambah 57 Kasus

"Saya rasa tidak bijaksana melakukan perjalanan internasional yang tidak perlu saat ini," tegasnya.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: 5 Negara Pusat Penyebaran Omicron, Australia hingga India

Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1% kasus membutuhkan terapi oksigen.

Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, contoh penambahan obat molnupiravir dan paxlovid untuk gejala ringan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Pengumuman! Pemerintah Segera Hapus PPKM

Senin, 23 Mei 2022 | 11:11 WIB
X