Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Guru Honorer, Jangan Tertipu!

- Minggu, 9 Januari 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 


HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB ) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai surat palsu yang mencatut nama Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. Surat palsu yang beredar berisi pengangkatan tenaga guru honorer berumur lebih dari 35 tahun untuk mengisi kekosongan kebutuhan.

Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce menjelaskan, Kementerian PANRB tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

Baca Juga: Delapan Pelajar Terjebak Derasnya Arus Ngarai Sianok saat Mencari Raflesia

"Sudah dipastikan surat tersebut palsu," katanya di Jakarta, Minggu (9/1/2022).

Dalam surat yang beredar terdapat kop dan nomor surat menyerupai surat asli yang dikeluarkan Menteri PANRB. Surat palsu itu ditujukan untuk Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah. Surat tersebut bernomor B/1552/5.5M.01.00/2022 dan tertulis ditandatangani Menteri PANRB pada 3 Januari 2022 dengan perihal pengangkatan guru honorer kebutuhan ASN pada 2022.

Baca Juga: Pesisir Selatan Buka Peluang Investasi Bagi Pemilik Modal

Averrouce mengaku beberapa kali menemukan surat palsu serupa dengan kasus yang sama yakni pengangkatan tenaga honorer. Surat palsu kali ini tertulis bahwa masih ada kuota kosong pada seleksi CASN 2021 yang harus dipenuhi. Dengan adanya kekosongan ini, seolah Menteri PANRB memberikan kesempatan bagi tenaga guru yang berumur lebih dari 35 tahun untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tertulis juga bahwa rekomendasi pengangkatan ini ditindaklanjuti oleh BKN Pusat. Dalam surat tersebut juga tercantum untuk melakukan konfirmasi ke Bagian Pengadaan dan Kepangkatan PNS BKN Pusat atas nama Drs. Satya Pratama, S. Sos dengan nomor Whatsapp 0823-37805109.

Terdapat waktu dan tempat yang tertulis dalam surat tersebut yakni Selasa, 03 Januari 2022 pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Komisi X DPR Senayan Jakarta untuk pengangkatan tenaga honorer umur 35 tahun ke atas. Baca juga: Tenaga Honorer Kecamatan di Deliserdang Diduga Membuat dan Mengedarkan Uang Palsu Averrouce mengatakan, jika ada surat yang dikeluarkan instansi pemerintah, maka masyarakat perlu melihatnya secara jeli mulai dari penulisan isi surat yang harus sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), kepanjangan dari nama lembaga/menteri yang harus benar, dan juga kerapian penulisan.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

Rektor Unila Karomani Terjaring OTT KPK di Bandung

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X