Menko Airlangga: Indonesia Butuh 340 Juta Vaksin COVID-19

- Selasa, 9 Juni 2020 | 23:29 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Indonesia membutuhkan jumlah vaksin COVID-19 sangat besar yaitu 340 juta ampul untuk 170 juta jiwa dengan asumsi setiap orang mendapat dua ampul.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam diskusi daring bersama Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) dengan tema "Menavigasi New Normal: Pandemi, Mitigasi, dan Pemulihan Ekonomi".

"Apabila 170 juta masyarakat, maka butuh minimal terkena dua kali shot. Jadi, minimal kita butuh 340 juta vaksin," katanya di Jakarta, Selasa.

Airlangga mengatakan pengadaan vaksin COVID-19 di dunia dilakukan melalui relaksasi intellectual property rights yaitu bagi negara yang menemukan terlebih dahulu, maka dapat berbagi dengan negara lain.

"Siapa yang menemukan terlebih dahulu bisa sharing dengan negara lain, sehingga bisa melakukan co-production," ujarnya.

Ia menyatakan untuk Indonesia, dalam menemukan dan memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 dilakukan melalui kerja sama antara BUMN dengan beberapa perusahaan di Korea.

"Sesuai arahan Bapak Presiden yang meminta kita untuk mengutamakan kerja sama dengan negara yang penduduknya relatif lebih kecil dari kita," katanya.

Airlangga menjelaskan kerja sama tidak mungkin dilakukan dengan negara berpenduduk lebih banyak dari Indonesia karena mereka pasti akan mementingkan negaranya masing-masing.

"Mereka mempunyai kebutuhan sendiri seperti India atau China yang punya demand lebih dari satu miliar, maka otomatis mereka akan mementingkan negaranya masing-masing," jelasnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pagi Ini, Semarang Diguncang Gempa Magnitudo 3,0

Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:45 WIB
X