Kemendes Peringati 8 Tahun Lahirnya UU Desa

- Selasa, 11 Januari 2022 | 02:57 WIB
Ilustrasi Desa Wisata Bubohu Gorontalo.
Ilustrasi Desa Wisata Bubohu Gorontalo.


JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar peringatan Sewindu (8 tahun) lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yang selanjutnya disebut UU Desa.

Baca Juga: Total Hadiah Rp1 Miliar, Kemendes Siapkan Lomba Promosi Desa Wisata

Peringatan delapan tahun beleid ini akan digelar di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Ada apa? Paramitha Rusady Tiba-tiba Tawarkan Menteri Gus Halim Main Film

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi dan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDTT dijadwalkan menghadiri gelaran di Kampung Adat yang terletak di ketinggian 1.200 Meter Di Atas Laut (MDPL) itu.

Tema yang dipilih untuk peringatan Sewindu UU Desa adalah “Percaya Desa, Desa Bisa”. Pijakan dasarnya karena memang desa itu bisa jika diberikan kesempatan dan kepercayaan.

“Jika kredo Percaya Desa karena Desa Bisa ini sudah menyebar dan berjalan sesuai dengan harapan, maka percepatan pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa akan cepat terwujud,” kata Menteri Halim Iskandar.

Desa telah terbukti tangguh dan mampu menjadi penyangga ekonomi nasional sepanjang pandemi COVID-19 dalam kurun dua tahun terakhir.

"Ketahanan ekonomi desa selama pandemi salah satunya ditunjang dengan adanya dana desa yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Dana desa ini menjadi penopang utama APBDes," kata Pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

Pada tahun 2014 atau sebelum ada Dana Desa, rata-rata APBDes per desa itu Rp329 juta per desa. Tahun 2015 saat Dana Desa dikucurkan langsung melesat menjadi Rp701 juta per desa.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: kemendesa.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X