Ribuan Massa Buruh PT KSI Mogok Kerja di Solok Selatan, Aktivitas Perusahaan Lumpuh!

- Selasa, 11 Januari 2022 | 12:07 WIB
Buruh PT KSI Solok Selatan mogok kerja
Buruh PT KSI Solok Selatan mogok kerja

Baca Juga: Muslimin: Dalam Surga Kelak Ada Pasar, Begini Keadaannya

Menurutnya, keinginan para buruh cukup sederhana yakni berdasarkan PKB yang massa berlakunya habis. Tentunya dirundingkan lagi PKB terbaru dan sebelum PKB terbaru disepakati harusnya mengacu PKB sebelumnya.

Baca Juga: Seruan Demo Tolak PPKM, Legislator PDIP: Saya Sedih, Ini Mengorbankan Rakyat

"Sementara pihak manajemen perusahaan tidak mau dan sebelum PKB terbaru diterbitkan, perusahaan ingin memakai undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat serta PHK," ujarnya.

Dikatakannya, para buruh dirugikan sampai 45 persen dari hak pesangon yang harus diterima. "Kami bukan mengecam, apa yang sudah disepakati dalam tata tertib itu yang harus dilaksanakan," bebernya.

Kerugian itu, imbuhnya, dibuktikan dengan 2 orang pekerja yang telah pensiun. Dimana yang seharusnya pekerja menerima pesangon sekitar Rp 400 juta dipotong menjadi kisaran Rp 200 juta-an. "Ini kan kami dizolimi dan perusahaan memaksakan memakai Ciptaker padahal itu memihak pengusaha," ujarnya.

Baca Juga: Demo Tolak UMK! Buruh Masuk Ruangan Gubernur Banten

Dia menambahkan, buruh menuntut sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang tata cara pembuatan dan pengesahan peraturan perusahaan serta pembuatan dan pendaftaran PKB.

Lalu dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebut PKB sebagai salah satu sarana dalam mewujudkan hubungan industrial.

Baca Juga: 400 Polisi Diterjunkan Jaga Jalur Bundaran HI dan Glodok, Ada Demo?

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X