Khofifah Dapat Bocoran, Indonesia Diprediksi Masih Harus Pakai Masker 2-3 Tahun Lagi

- Rabu, 17 Juni 2020 | 23:13 WIB

PROBOLINGGO, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kemungkian warga Indonesia harus memakai masker dua hingga tiga tahun lagi. 

“Kami tadi kedatangan Pak Jusuf Kalla di kantor gubernur. Menurut Pak JK, kemungkinan kita pakai masker dua sampai tiga tahun ke depan. Hitungannya, percepatan penyebaran Covid-19 di dunia yang awalnya 90 hari satu juta kasus. Terakhir, delapan hari tambah satu juta kasus. Cepat sekali bertambahnya jumlah mereka yang positif. Di Indonesia, kelipatan 10.000 di Indonesia. Terakhir, dalam 10 hari terjadi 10.000 kasus. Cepat sekali. Kita harus disiplin,” kata Khofifah, kepada Kompas.com, saat meresmikan 30 kampung tangguh di Kota Probolinggo, Rabu (17/6/2020).

Khofifah menuturkan, kampung tangguh tak sekadar ada karena Covid-19, tapi harus menjadi pusat ketangguhan ekonomi, sosial dan ketangguhan nasional dari paling bawah. 

“Ini bisa menjadi sentra ekonomoi baru. Kota Probolinggo hari ini oranye, risikonya sedang. Melihat keseriusan upaya penanganan dan semua pihak, sepertinya warnanya akan ke kuning, yaitu risiko rendah,” ujar Khofifah. 

Gubernur menambahkan, Kota Probolinggo memang daerah perlintasan, sehingga risikonya besar terhadap penyebaran Covid-19. Yang peting ada semangat memagari diri sendiri dan tetangga. 
“Pastikan kita aman. Pakai masker, bisa memutus mata rantai penularan hingga 60 persen. Ditambah cuci tangan maka, memutus rantainya mencapai 80 persen. Maka kembali kepada kedisiplinan masing-masing,” imbuh Khofifah. 

Terkait anggaran penanganan Covid-19 di Kota Probolinggo, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, sejauh ini penanganan di bidang kesehatan mencapai Rp 74 miliar, penanganan dampak ekonomi Rp 5,7 miliar, dan jaring pengaman sosial Rp 52,5 miliar. Sehingga total anggarannya Rp 132 miliar lebih. 

“Ada juga kepedulian dari perusahaan, perbankan, dan sekolah dalam penangan Covid-19. Berupa paket sembako, alat kesehatan dan uang,” ujar Hadi.

Hadi menambahkan, RSUD menyediakan gedung, PCR dan tempat tidur untuk perawatan pasien corona. Namun, rumah sakit yang ada saat ini sudah tidak bisa menampug pasien lagi. 

Dirinya berharap ada pembiayaan bantuan untuk pembangunan RSUD baru. Tahun ini pengerjaan yang sudah dimulai membangun jembatan menuju rumah sakit baru tersebut. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Anies dan Gibran Saling Puji, Hari Ini Janji Akan Bertemu

Minggu, 26 September 2021 | 13:27 WIB

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB

Hari Ini Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.137

Sabtu, 25 September 2021 | 19:45 WIB

Ini 7 BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir

Sabtu, 25 September 2021 | 19:30 WIB
X