Ngeri! Mahfud MD Cium Ada Proyek Satelit Kemhan Rugikan Negara Rp1 Triliun

- Kamis, 13 Januari 2022 | 19:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Operator satelit asal Inggris, Avanti memangkan putusan di London Court International of Arbitrase yang mengakibatkan negara harus membayar sejumlah uang yang cukup besar.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, gugatan itu sebelumnya diajukan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk membayar sewa satelit L-band Artemis yang ditempatkan di slot orbit 123 derajat Bujur Timur.

Baca Juga: Masa AKB, Kemhan Batasi Kapasitas Pegawai yang Bekerja Jadi 50%

Sedangkan putusan itu telah ketok palu pada 9 Juli 2019 dengan jumlah yang harus dikeluarkan pemerintah sejumlah Rp515 Miliar.

"Pada 9 Juli 2019, pengadilan Arbitrase di Inggris menjatuhkan putusan yang berakibat negara mengeluarkan pembayaran untuk sewa satelit. Ditambah dengan biaya Arbitrase, biaya konsultan, dan biaya filling sebesar Rp515 Miliar," ujar Mahfud dikutip dari Okezone.com, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Siang Ini, Kemhan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini membeberkan, masalah tersebut bermula ketika Kemhan menandatangani sebuah kontrak dengan Avanti untuk pembuatan Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan) 2015-2016. Namun, tindakan itu justru di luar pengetahuan pemerintah lantaran anggaran belum tersedia.

Selain dengan Avanti, kata Mahfud, Kemhan juga menandatangi kontrak dengan lima perusahaan lain. Antara lain, Navayo, Detente, Airbus, Hogan Lovel, dan Telesat.

"Kontrak-kontrak itu dilakukan untuk membuat satelit komunikasi pertahanan. Dengan nilai yang sangat besar, padahal anggarannya belum ada. Nah berdasar kontrak yang tanpa anggaran negara jelas melanggar prosedur," terangnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X