PLN Bisa Bangkrut, PKS Tolak Rencana Luhut Cabut DMO Batu Bara

- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:21 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto menegaskan, partainya menolak rencana Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mencabut kebijakan Domestic Marketing Obligation (DMO) untuk komoditas batu bara.

Mulyanto berpendapat, kebijakan itu diperlukan untuk mengamankan pasokan dan harga batu bara bagi PLN. Jika kebijakan tersebut dicabut, Mulyanto khawatir Indonesia akan mengalami krisis energi listrik seperti yang pernah terjadi di beberapa negara.

"Ide Pak Luhut ini berbahaya. Kalau benar dilaksanakan PLN bisa bangkrut dan Indonesia mengalami krisis listrik. Sebab, tanpa DMO dan hanya melalui kontrak, tidak ada jaminan PLN akan mendapatkan batu bara dari pengusaha," tegas Mulyanto kepada media ini, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Pimpinan dan Sejumlah Anggota DPR Terima KWP Award 2021

Mulyanto menegaskan, DMO atau kebijakan mendahulukan menjual komoditas strategis untuk keperluan pasar dalam negeri jangan dihapus. Bila perlu angkanya diperbesar dari 25 persen jadi 30 persen.

Mulyanto mengungkapkan, dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM disepakati bahwa DMO ditingkatkan dari 25 persen menjadi 30 persen. Rapat juga menolak ide Menko Marves membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN.

"Prinsip DMO yang diturunkan dari Kebijakan Energi Nasional (KEN) adalah memberikan jaminan baik berupa barang ataupun harga sumber energi untuk penunjang pembagunan. Jadi bukan sekedar harga tetapi juga alokasi volume batu baranya. Jadi DMO bukan sekedar jaminan harga tetapi juga alokasi volume batu baranya," jelas Mulyanto.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2021 Terjadi 51 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Pariaman

Wakil Ketua FPKS DPR RI ini juga menolak Pemerintah membentuk BLU. Menurutnya kehadiran BLU batu bara akan menambah ruwet dan masalah baru. 

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X