Kinerja Dianggap Membaik, Ancaman Ganti Menteri 'Ditarik'

- Selasa, 7 Juli 2020 | 08:22 WIB

HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melontarkan isu reshuffle di depan para menterinya pada rapat terbatas 18 Juni 2020. Jokowi mengungkapkan hal itu karena jengkel masih ada menteri yang terlihat biasa saja dalam bekerja di tengah masa pandemi corona ini.

"Sekali lagi, langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah ke pemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," kata Jokowi seperti arahannya kepada Kabinet Indonesia Maju dalam rapat terbatas 18 Juni 2020 lalu, seperti yang ditayangkan YouTube Setpres pada Minggu (28/6/2020).

Jokowi menyebut dia juga akan melakukan perombakan kabinet jika diperlukan. Jokowi menegaskan akan mengambil langkah penting untuk memerangi virus Corona.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," katanya.

Mensesneg Pratikno dari pihak Istana Kepresidenan mengatakan teguran tersebut direspons positif jajaran kabinet. Pratikno mencontohkan, serapan anggaran kementerian/lembaga saat ini sudah meningkat. Begitu juga soal eksekusi program-program dari kementerian/lembaga.

"Dalam waktu yang relatif singkat, kita melihat progres yang luar biasa di kementerian/lembaga, antara lain bisa dilihat dari serapan anggaran yang meningkat, program-program yang sudah mulai berjalan. Artinya, teguran keras tersebut punya arti yang signifikan," kata Pratikno saat menjawab pertanyaan soal reshuffle, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7/2020).

Sehingga menurut Pratikno, isu reshuffle kabinet saat ini sudah tidak relevan. Pratikno menyebut teguran keras Presiden Jokowi sudah direspons dengan kinerja positif menterinya.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus. Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus ya nggak ada isu, nggak relevan lagi reshuffle," ujar Pratikno.

Pratikno menjelaskan, kinerja kementerian/lembaga usai ditegur Jokowi menunjukkan tren positif. Pratikno mencontohkan masalah serapan anggaran sampai program yang sudah dieksekusi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Golkar: Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa M 5,3 Guncang Malang

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:09 WIB
X