Kasus Pengadaan Satelit di Kemenhan, Kejagung: Naik ke Tahap Penyidikan

Dodi Caniago
- Sabtu, 15 Januari 2022 | 04:45 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

HARIANHALUAN.COM - Pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Tahun 2015 - 2021, dinaikkan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke tahap penyidikan.

Baca Juga: Tengah Malam, NTB Diguncang Gempa Magnitudo 5,0

Kejagung juga sudah memeriksa beberapa pihak baik dari pihak swasta atau rekanan pelaksana serta beberapa orang di Kemenhan sebanyak sebelas orang.

Kasus itu bermula saat Kemenhan menjalankan proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT).

Proyek itu merupakan bagian dari program Satkomhan (Satelit Komunikasi Pertahanan) di Kemenhan antara lain seperti pengadaan satelit Satkomhan MSS (Mobile Satelit Sevice) dan Ground Segment beserta pendukungnya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah menuturkan ada perbuatan melawan hukum dalam proses implementasi proyek tersebut.

"Ketika proyek ini dilaksanakan, tidak direncanakan dengan baik, bahkan saat kontrak dilakukan, anggaran belum tersedia dalam DIPA Kementerian Pertahanan Tahun 2015," kata Febrie dalam keterangannya, seperti dilansr beritasatu.com, Jumat (14/1/2022).

Bahkan Febrie juga menemukan adanya ada penyewaan satelit dari Avanti Communication Limited yang sebetulnya tidak perlu. Namun demikian, satelit tersebut tetap disewa, sehingga diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum.

Adapun satelit yang disewa ternyata tidak dapat berfungsi serta spesifikasinya tidak sesuai. Atas dasar itu, berdasarkan hasil diskusi dengan para auditor, kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 500 miliar.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: beritasatu.com

Tags

Terkini

X