Waduh, Dirut Garuda Sebut Dana Talangan Rp8,5 Triliun dari Pemerintah Tak Cukup

Administrator
- Minggu, 19 Juli 2020 | 13:44 WIB

HARIANHALUAN.COM - Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, duit talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun tidak cukup membiayai operasional maskapai pelat merah tersebut. Pihak Garuda mengungkapkan, kerugian sangat dalam dialami maskapai semasa pandemi Covid-19 dan sampai sekarang masih rugi. 

Namun pihaknya optimis, saat pandemi berakhir penerbangan akan bergairah kembali. Sebelumnya, pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati mengatakan, beban utang yang ditanggung Garuda mencapai USD2 miliar atau Rp31,9 triliun.

“Dana talangan ngak cukup bos. Penumpang kita tinggal 10%, makanya Om Raffi dan keluarga harus cepat-cepat neh segera naik Garuda Indonesia. Seminggu dua kali biar masyarakat kita juga senang naik pesawat,” ujar Irfan saat ngobrol bersama Raffi Ahmad dengan tagar Kangen Terbang melalui Instagram, Jumat (17/7/2020).

Saat ini, 70 persen pesawat masih parkir dan masih dibebani biaya parkir. Sementara, sebagian pesawat masih ada yang disewa. Raffi Ahmad mengungkapkan, saat ini yang membuat khawatir untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan askapai penerbangan adalah ketatnya aturan di bandara.

“Sekarang kalau mau naik pesawat itu khan, bukan takut naik pesawatnya, tapi berada di bandaranya. Harus bawa surat keterangan bebas Covid-19, tapi sebenarnya kalau kita patuh, misalnya pakai masker dan didukung imunitas kuat saya kira tidak ada masalah,” ungkap Raffi.

Sementara itu, Irfan memastikan masyarakat bisa terbang dengan Garuda Indonesia melintasi wilayah domestik maupun internasional. Ia yakin bahwa naik pesawat aman selama menepati prosedur, dan prosedurnya juga tersedia di berbagai tempat, termasuk bandara. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Industri Nasional Terus Ciptakan Teknologi Baru

Rabu, 1 Desember 2021 | 21:25 WIB
X