Perlu Waspada! Segmen Megathrust Selat Sunda Bisa Picu Gempa 8,7 M

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:15 WIB
Data BMKG Ungkap Sumber Gempa Sumur Banten Berhubungan dengan Megathrust
Data BMKG Ungkap Sumber Gempa Sumur Banten Berhubungan dengan Megathrust

Berdasarkan catatan sejarah gempa dan tsunami, menurut Daryono, wilayah Selat Sunda beberapa kali terjadi tsunami, baik karena aktivitas kegempaan maupun gunung berapi.

"Tsunami Selat Sunda pada tahun 1722, 1852, dan 1958 disebabkan oleh gempa. Tsunami tahun 416, 1883, 1928, 2018 berkaitan dengan erupsi Gunung Krakatau. Sedangkan tsunami tahun 1851, 1883, dan 1889 dipicu aktivitas longsoran," rincinya.

Meski demikian, Daryono memastikan hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami. Hal terpenting yang harus dipersiapkan, kata dia, adalah proses mitigasi yang harus dipahami masyarakat.
Gempa kuat dan tsunami adalah proses alam yang tidak dapat dihentikan, bahkan memprediksi kapan terjadinya pun juga belum bisa.

"Namun dalam ketidakpastian kapan terjadinya itu kita masih dapat menyiapkan upaya mitigasi konkret seperti membangun bangunan tahan gempa, memodelkan bahaya gempa dan tsunami," terangnya.

"Kemudian menjadikan model ini sebagai acuan mitigasi, seperti perencanaan wilayah berbasis risiko gempa dan tsunami, menyiapkan jalur evakuasi, memasang rambu evakuasi, membangun tempat evakuasi, berlatih evakuasi/drill secara berkala, termasuk edukasi evakuasi mandiri di samping itu BMKG juga akan terus meningkatkan performa peringatan dini tsunami lebih cepat dan akurat," pungkasnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengumuman! Pemerintah Segera Hapus PPKM

Senin, 23 Mei 2022 | 11:11 WIB
X