Kini Ramai Diperbincangkan, Kementerian Kominfo Akan Awasi Transaksi NFT

- Minggu, 16 Januari 2022 | 21:10 WIB
NFT
NFT

 

HARIANHALUAN.COM - Platform Non Fungible Token (NFT) sedang ramai diperbincangkan. Setelah seorang pria bernama Ghozali asal Semarang berhasil meraup Rp13 miliar setelah menjual foto selfie di situs OpenSea yang menjadi situs jual beli NFT.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan koordinasi antarlembaga untuk mengawasi transaksi antara penyedia platform Non Fungible Token (NFT) serta masyarakat yang tengah antusias menyambut fenomena ini.

Koordinasi dilakukan dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti) sebagai lembaga penanggung jawab dalam tata Kelola perdagangan aset kripto.

Baca Juga: Ruas Jalan IV Koto Hilie Pesisir Selatan Segera Diperbaiki

"Kementerian Kominfo mengingatkan para platfom transaksi NFT untuk memastikan platformnya tidak memfasilitasi penyebaran konten yang melanggar peraturan perundang-undangan, baik berupa pelanggaran ketentuan pelindungan data pribadi, hingga pelanggaran hak kekayaan intelektual," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/1). 

Dedy juga mengingatkan para penyedia platform transaksi NFT dapat mengikuti ketentuan sesuai regulasi yang berlaku. Regulasi yang dimaksud yaitu UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta perubahannya dan peraturan pelaksananya.

Dalam aturan itu mewajibkan seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memastikan platformnya tidak digunakan untuk tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Camat di Pesisir Selatan Dilarang Tinggalkan Wilayah Tanpa Izin

Pelanggaran terhadap kewajiban yang ada dapat dikenakan sanksi administratif termasuk di antaranya pemutusan akses platform bagi pengguna dari Indonesia.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

X