Future Leader Challenge (FLC) 2022 Resmi Dibuka

- Senin, 17 Januari 2022 | 06:45 WIB

MAGELANG, HARIANHALUAN.COM -Meski dianggap memegang peranan penting terhadap kemajuan suatu bangsa, nyatanya menciptakan pemuda berintegritas, berjiwa pemimpin, dan berkontribusi butuh proses dan komitmen.

Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) sebagai program pengembangan kepemimpinan bagi aktivis mahasiswa yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), terus menerus berupaya membentuk pemimpin berkarakter dan kompeten untuk wujudkan Indonesia berdaya.

Baca Juga: Discovering Insight FLC 2020, Guru Agung: Indonesia Butuh Pemuda Unggul, Adaptif, dan Strategis

Dalam sesi Inspiring Leaders Talk di Future Leader Challenge (FLC) 2022, dr. Gamal Albinsaid, Founder Klinik Sampah, didapuk menggelorakan semangat lima puluh calon penerima manfaat BAKTI NUSA agar mampu mengelaborasi ide-ide besar dan fokus pada kebermanfaatan.

Gamal berujar, ide-ide besar seorang pemuda haruslah berorientasi kepada Allah, kalau orientasi kita kepada Allah, InsyaAllah kita akan lebih mudah memprioritaskan hal-hal penting dan Allah akan mempermudah jalan.

Selain berorientasi kepada Allah, seorang pemuda perlu memiliki empati, sebab empati adalah bagian penting dari integritas.

“Caring about others is the beginning of everything. Peduli kepada sesama merupakan kunci dari sebuah amanah. Jangan sampai kita dititipi amanah namun tak menjalankan amanah tersebut,” ucap Gamal.

Pemuda, lanjut Gamal, bisa memulai sesuatu dengan kata "why?".

“Kenapa mesti memiliki integritas? Kenapa berkontribusi? Kenapa harus berkolaborasi? Dan kenapa perlu berinovasi?” tanyanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X