Ingat! Vaksin Lengkap Jadi Syarat Masuk Hotel hingga Supermarket

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:30 WIB
Ilustrasi hotel tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri. (Marten Bjork on Unsplash)
Ilustrasi hotel tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri. (Marten Bjork on Unsplash)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam aturan ini, ada substansi yang mengalami perubahan, yakni pengetatan untuk orang yang bisa masuk hotel, supermarket, bioskop, fasilitas olahraga, dan pusat kebugaran pada semua level.

"Untuk hotel, supermarket, bioskop, fasilitas olahraga dan kebugaran pada semua levelnya hanya menerapkan pada kategori hijau aplikasi PeduliLindungi yang diperbolehkan masuk," ujar Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, dikutip dari Republika.co.id, Rabu (19/1).

Baca Juga: Duh! Bulan Ini Lebih dari 1 Juta Vaksin Hampir Kadaluarsa

Sesuai ketentuan di aplikasi PeduliLindungi, status kategori hijau didapat setelah pengguna divaksinasi dosis lengkap atau dosis kedua. Dalam Inmendagri sebelumnya, level kuning dan hijau pada aplikasi itu dapat diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan.

Sedangkan, untuk tempat wisata, fasilitas olah raga dan kebugaran hanya mewajibkan penggunaan PeduliLindungi. Dalam aturan baru itu, kata Syafrizal, terdapat pengecualian bagi masyarakat yang tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Baca Juga: 5 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Tanah Air

Ada dua Inmendagri baru yang diterbitkan terkait perpanjangan PPKM di Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali. Inmendagri Nomor 3 dan Nomor 4 Tahun 2022 merupakan bentuk mitigasi menghadapi potensi peningkatan kasus penularan Covid-19, terutama varian omikron.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, pihaknya sudah dalam posisi berhati-hati terkait kenaikan kasus Covid-19. Para pengusaha hotel sudah membuat strategi yang sama, terutama terkait pembatasan dan pengetatan yang terjadi.

“Alarm lampu kuningnya sudah menyala. Kita saat ini juga sudah mulai lagi lebih waspada, mulai lagi dengan persiapan-persiapan dari sisi manajemen dan pelayanan,” ujar Yuno.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X