Erick Thohir dan Retno Marsudi Diam-diam ke China, Agenda Apa?

- Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:16 WIB

HARIANHALUAN.COM - Diam-diam Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Sanya, China, pada Rabu (19/8/2020). Kunjungan dua menteri ini dalam rangka pembicaraan bilateral dengan Menlu China Wang Yi.

Sanya adalah nama kota paling selatan Provinsi Hainan, dan menjadi salah satu dari empat kota setingkat prefektur di Provinsi Hainan, tenggara China. Kunjungan itu terungkap dalam cuitan Menlu Retno di Twitter resminya, @menlu_ri.

Terkait dengan kunjungan ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan Menteri Retno Marsudi adalah menteri luar negeri pertama yang diterima China karena pengendalian virus Covid-19 sedang dilakukan secara berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa China dan Indonesia sama-sama mementingkan hubungan bilateral.

"Dalam kunjungan tersebut, Anggota Dewan Negara dan Menteri Luar Negeri Wang Yi akan bertemu dengannya [Menteri Retno] untuk melakukan diskusi mendalam tentang hubungan bilateral, kerja sama anti-epidemi, dan kerja sama BRI [Belt Road Initiative, jalur sutera baru].," kata Zhao Lijian, dikutip kantor berita Xinhua, Kamis (20/8/2020).

"Mereka juga akan bertukar pandangan tentang hubungan China-ASEAN dan masalah internasional dan regional lainnya yang menjadi kepentingan bersama," tegasnya.

Dia mengatakan, China dan Indonesia memiliki kesamaan kepentingan yang luas, yang secara alami menjadikan kedua negara ini cocok untuk menjadi mitra dalam kerja sama seiring dengan posisi kedua negara yang sama-sama penting dan berkembang.

"Di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan China-Indonesia telah mencapai perkembangan pesat. Secara khusus, kami mencapai hasil yang nyata dalam kerja sama BRI dan kemajuan yang stabil dalam proyek-proyek unggulan seperti KA kecepatan tinggi Jakarta-Bandung dan Koridor Ekonomi Komprehensif Regional [Regional Comprehensive Economic Corridor, RCEC]," jelasnya.

"Sejak Covid-19 merebak, pejabat tinggi kedua negara telah melakukan beberapa panggilan telepon satu sama lain." katanya.

"Pemerintah, militer, daerah, dan masyarakat sipil kami telah saling membantu satu sama lain, menunjukkan persahabatan persaudaraan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kelanjutan PPKM Level 4 Dibahas Hari Ini

Minggu, 25 Juli 2021 | 09:10 WIB
X