Hari Ini Massa Buruh Demo Tolak Omnibus Law, Puan Khawatir Berpotensi Klaster Corona

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 10:49 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Hari ini, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana menggelar demo menolak omnibus law RUU Cipta Kerja  di depan gedung DPR. Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak kelompok buruh agar menyampaikan aspirasi soal RUU Cipta Kerja tak melalui aksi demo. Sebab, menurut Puan, kerumunan berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat dan turut berpotensi menyebarkan virus Corona (COVID-19).

"DPR RI mengajak kelompok buruh yang memiliki aspirasi untuk berjuang tidak lewat aksi yang berpotensi menimbulkan kemacetan, berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya, dan berpotensi jadi klaster penyebaran COVID-19," imbuh Puan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020)..

Puan mengatakan DPR membuka pintu bagi kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasi. "DPR RI yang merupakan rumah rakyat membuka pintu bagi kelompok buruh untuk menyampaikan aspirasinya secara legal dan formal dengan mendata berbagai persoalan terkait RUU Cipta Kerja," katanya

DPR telah menggelar pertemuan dengan 16 perwakilan serikat buruh atau serikat pekerja pada 20-21 Agustus 2020 di Jakarta. Pertemuan itu menghasilkan 4 poin kesepakatan terkait klaster ketenagakerjaan dalam omnibus law RUU Cipta Kerja.

Kesepakatan tersebut di antaranya tentang hubungan ketenagakerjaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri dan pembahasan RUU Cipta Kerja terbuka pada masukan publik. Puan menegaskan DPR akan melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja secara cermat, hati-hati, transparan, terbuka, dan mengutamakan kesinambungan kepentingan nasional.

"Kami mendukung terciptanya lapangan kerja, perbaikan ekonomi, serta tumbuh dan berkembangnya UMKM lewat RUU Cipta Kerja," ungkap Puan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa massa buruh, petani hingga pedagang kaki lima (PKL) di depan gedung DPR hari ini. Total personel dikerahkan mencapai 5 ribu lebih.

"Kami ada 5.800 personel gabungan antara TNI-Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ketika dihubungi wartawan, Selasa (25/8). (*)

Editor: Administrator

Terkini

Luhut Ramalkan Covid-19 Sepekan ke Depan Membaik

Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:18 WIB

Ini Kata ICW Usai Terima Somasi dari Moeldoko

Selasa, 3 Agustus 2021 | 08:00 WIB

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Instruksi Mendagri

Selasa, 3 Agustus 2021 | 01:10 WIB

Terungkap! Ini Motif Penyiraman Wartawan di Medan

Senin, 2 Agustus 2021 | 15:26 WIB
X