Dokter Reisa: Vaksinasi Booster Perlu Guna Tingkatkan Proteksi

- Kamis, 20 Januari 2022 | 18:55 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro. (SMSolo/Youtube Sekretariat Presiden)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro. (SMSolo/Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemberian vaksinasi dosis lanjutan atau booster dibutuhkan guna meningkatkan proteksi individu dan memperbaiki efektivitas vaksin. Warga yang sudah 6 bulan mendapatkan dosis kedua, dianjurkan segera memeriksa jadwal dan tiket vaksinasi booster.

“Berdasarkan hasil studi, terjadi penurunan antibodi 6 bulan setelah dosis primer atau lengkap 2 dosis penyuntikan, dan 1 dosis jika vaksin Janssen, sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro melalui Keterangan Pers dari Istana Kepresidenan, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: BPOM Sebut Satu Dosis Booster Efeknya Sangat Berat Dibandingkan Moderna

Komite penasihat ahli imunisasi nasional atau ITAGI, disampaikan Reisa, berdasarkan kajian melalui nomor surat ITAGI/SR/2/2022 perihal Kajian Vaksin COVID-19 Dosis Lanjutan, menganjurkan pemberian booster ini untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun.

Sehubungan dengan kajian tersebut, Badan POM pada tanggal 12 Januari 2022 juga telah mengeluarkan 6 merk vaksin yang disetujui untuk booster, yakni Sinovac-Coronavac, Pfizer, Astrazeneca, Moderna, Zifivax dan Janssen.

Baca Juga: Tenaga Kependidikan dan Staf Sekolah Sampoerna Academy BSD Disuntik Vaksin Booster

“Lalu pada tanggal 11 Januari 2022 Presiden Joko Widodo juga telah menyetujui bahwa vaksin booster ini gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Syaratnya adalah bagi 18 tahun ke atas diutamakan bagi lansia dan yang memiliki penyakit immuno-compromized serta wilayahnya sudah melampaui 70% dari target sasaran vaksinasi,” imbuh Reisa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada 12 Januari 2022, Badan POM kemudian mengeluarkan panduan padanan vaksin yang bisa digunakan, dapat berupa vaksin homolog atau vaksin yang sama dengan vaksin primer atau pun heterolog yang merupakan vaksin yang berbeda dengan vaksin primer.

Berdasarkan keputusan tersebut, masih dikatakan Reisa, pada tanggal 12 dan 18 Januari kemudian Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan panduan bahwa selama bulan Januari dengan menyesuaikan dengan jumlah dan stok vaksin yang tersedia di Indonesia, maka penerima vaksin primer Sinovac dapat menggunakan setengah dosis Pfizer atau setengah dosis Astrazeneca sebagai booster. Sedangkan penerima vaksin primer Astrazeneca dapat menggunakan setengah dosis Moderna atau setengah dosis Pfizer.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X