Tetap Cek Rekening Ya, Subsidi Gaji Cair Setiap Satu Minggu Lho!

- Sabtu, 29 Agustus 2020 | 15:19 WIB

HARIANHALUAN.COM - Pencairan tahap dua subsidi gaji Rp600.000 dalam program subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Waktu pencairan tahap kedua dihitung setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peluncuran program BSU pada 24 Agustus 2020, di Istana Negara.

Kepala sub bagian (Kasubag) Pemberitaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Dicky Risyana mengatakan, pihaknya menargetkan per satu minggu minimal akan ada 2,5 juta peserta yang menerima bantuan subsidi gaji. Upaya ini akan dilakukan sampai September mendatang sehingga bantuan akan tersalurkan ke 15,7 juta peserta penerima secara keseluruhan.

"Kita targetkan per minggu minimal 2,5 juta. Jadi sampai akhir September sudah beres sebanyak 15,7 juta penerima," ujar Dicky dilansir dari iNews.id, Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Dalam kesempatan itu, Dicky menyebut, data calon penerima bantuan upah bersumber dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai kriteria dan persyaratan yang ditentukan.

Nantinya, subsidi upah atau gaji ini akan disalurkan melalui beberapa gelombang atau batch. Untuk batch pertama, Kemnaker telah menerima 2,5 juta data peserta calon penerima subsidi gaji dalam penanganan dampak Covid-19 dari BPJS Ketengakerjaan pada hari Senin, 24 Agustus 2020. "Kita nunggu (saat ini) laporan (data peserta) dan setoran dari BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Untuk memastikan bantuan subsidi upah ini tepat sasaran, Kemnaker masih melakukan check list data yang diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Sesuai petunjuk teknis (juknis), Kemnaker memiliki waktu paling lama empat hari untuk melakukan check list.

"BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai sumber data, mengingat saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran," ujar dia.

Dia bilang, akurasi atau validasi data pekerja atau buruh sangat penting karena ketepatan sasaran program ini bergantung dari verifikasi data yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Pemprov Riau Diminta Serius Kelola Aset Daerah

Kamis, 5 Agustus 2021 | 23:08 WIB

Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Rengat

Kamis, 5 Agustus 2021 | 19:56 WIB
X