Berkas Perkara Ujaran Kebencian Ferdinand Hutahaean Dilimpahkan Polisi ke Jaksa

- Senin, 24 Januari 2022 | 15:30 WIB
Ferdinand Hutahaean di bareskrim polri.  (©2022 Merdeka.com/nur habibie)
Ferdinand Hutahaean di bareskrim polri. (©2022 Merdeka.com/nur habibie)


HARIANHALUAN.COM - Polisi merampungkan penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian dan Sara dengan tersangka Ferdinand Hutahaean. Polisi hari ini melimpahkan berkas Ferdinand Hutahaean ke Kejari Jakarta Pusat, setelah penyelidikan dinyatakan rampung.

"Pada hari Senin tanggal 24 Januari 2022 pukul 11.30 WIB telah dilaksanakan penyerahan tersebut kepada kami," kata Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting dalam keterangan tertulis diterima, Senin (24/1).

Bani menjelaskan, FH diduga telah melakukan tindak pidana menyiarkan atau memberitahukan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat umum. FH juga diduga telah menyampaikan ujaran kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Ditetapkan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

"FH diduga dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," ujar dia.

Bani melanjutkan, tersangka FH akan ditahan selama 20 hari di Rutan Rorenmin Bareskrim Mabes Polri terhitung mulai tanggal 24 Januari 2022 sampai dengan tanggal 12 Februari 2022.

Baca Juga: Capaian Vaksin di Tanah Datar Mencapai 68 Persen

FH sebelumnya disangka dengan pasal berlapis. Tercatat, ada empat pasal yang dipersangkakan, Pertama Primer Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, subsidair Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kedua, Pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ketiga Pasal 156a huruf a KUHP ataukeempat Pasal 156 KUHP. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

X