Benarkah CPNS 2023 Sudah Tidak Ada Lagi?

- Selasa, 25 Januari 2022 | 10:35 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah ingin menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien. Tenaga pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap akan dikurangi, diganti dengan pemanfaatan teknologi robotik.

Isu pengurangan abdi negara memang telah mengemuka sejak 2016, saat gagasan e-government mulai diimplementasikan sebagai sistem pelayanan publik terintegrasi.

Pemerintah sadar, persoalan utama yang selama ini menjadi kendala adalah birokrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah bersuara terkait hal ini.

"Saya sudah perintahkan ke MenteriPANRB agar birokrasi diganti dengan artificial intelligence. Kalau diganti artificial intelligence birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu," kata Jokowi, November 2019 lalu.

Baca Juga: Walikota Pariaman Tinjau Kondisi Terkini Youth Center

Dua pekan setelah pernyataan itu, Jokowi menegaskan keinginannya membuat sistem birokrasi yang cepat, sederhana, dan tak bertele-tele. Pergantian jabatan struktural dengan robot bukan mustahil untuk dilakukan. Jokowi menilai, kecerdasan buatan akan membuat pelayanan birokrasi semakin sederhana.

"Dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki, memutuskan akan cepat sekali kalau kita pakai AI," katanya.

Baca Juga: 5 Tips FYP TikTok, Lengkap dengan Rekomendasi Jam Uploadnya

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

X