Gatot Nurmantyo Sebut Masyarakat Bingung dengan Kebijakan Pemerintah Tangani Pandemi

Administrator
- Sabtu, 17 Oktober 2020 | 22:13 WIB

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung soal Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Menurut dia aturan itu menimbulkan kekhawatiran bagi pekerja.

Sebab, UU Cipta Kerja mengubah sejumlah ketentuan yang menyangkut hak-hak buruh seperti pesangon dan cuti.

Dalam sesi wawancara itu, Karni Ilyas bertanya kepada Mantan Panglima TNI itu mengenai UU Cipta Kerja yang mendapatkan penolakan dari pekerja.

"Saya belum begitu siap bicara tentang UU (Cipta Kerja), tapi saya memikirkan bahwa pasti buruh merasa hidupnya tidak tenang, khawatir," ujarnya.

Selain pesangon dan cuti, ia menilai UU Cipta Kerja melonggarkan Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia. Menurutnya, kondisi ini mengkhawatirkan lantaran pekerja Indonesia belum siap bersaing.

Di sisi lain, Indonesia memiliki bonus demografi dimana masyarakat usia produktif yakni 16-35 mendominasi sekitar 60 persen. Sayangnya, Indonesia belum mempersiapkan bonus demografi tersebut sehingga dari sisi pendidikan kurang maksimal.

"Dengan kondisi tenaga kerja seperti ini, yang belum bisa terpenuhi, masih ada pengangguran. Kalau ada masuk tenaga kerja dari luar, ini kan sulit bersaing," ucapnya. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Warga Terdampak Erupsi Semeru Curhat ke Jokowi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:36 WIB

RUU Ibukota Negara Baru, DPR Bentuk 56 Anggota Pansus

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:05 WIB

Kebijakan Pemerintah PPKM Level 3 Batal, Ini Alasannya

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:59 WIB
X