Anies Tetapkan UMP bagi Usaha Tak Terdampak Covid-19: Naik 3,27% Jadi Rp4,4 Juta

- Minggu, 1 November 2020 | 07:45 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Akhirnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan kenaikan UMP 2021 bagi perusahaan yang tidak terdampak pandemi Covid-19 dengan besaran kenaikan UMP sebesar 3,27%.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri menetapkan kebijakan asimetris untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2021. Dengan mempertimbangkan nilai PDB dan inflasi nasional, kenaikan UMP adalah sebesar 3,27% sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Maka Pemprov DKI Jakarta menetapkan besaran UMP DKI Jakarta Tahun 2021 sebesar Rp4.416.186,548," kata Anies di Jakarta, Sabtu (31/10/2020) malam.

Sementara, bagi perusahaan yang terdampak Covid-19, dapat menggunakan besaran nilai yang sama dengan UMP 2020 dengan mengajukan permohonan kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta.

Sekadar informasi, UMP DKI Jakarta pada 2020 sebesar Rp4.276.349,906 per bulan. Angka ini naik Rp335.776 atau 8,51% dari tahun 2019.

Besarnya kenaikan upah setiap tahunnya seringkali dianggap menjadi satu-satunya faktor peningkatan kesejahteran pekerja/buruh. Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk membuat alternatif-alternatif lain selain kenaikan upah dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh di DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan masyarakat, khususnya pekerja/buruh dalam rangka menyusun program-program peningkatan kesejahteraan.

Salah satu hasilnya adalah program Kartu Pekerja Jakarta. Kartu Pekerja Jakarta merupakan program kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh dengan meringankan beban biaya transportasi, pangan, dan pendidikan bagi anak pekerja/buruh. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Golkar: Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa M 5,3 Guncang Malang

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:09 WIB
X