Bio Farma Dapat Izin Darurat Vaksin Pertama dari WHO

- Sabtu, 14 November 2020 | 18:10 WIB

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberikan izin penggunaan kepada vaksin polio nOPV2 buatan PT Bio Farma (Persero). Ini merupakan vaksin pertama yang masuk dalam daftar penggunaan darurat (emergency use listing/EUL) pertama yang diberikan WHO.

Dalam keterangan resminya, WHO menyebut pemberian EUL untuk vaksin ini membuka jalan untuk izin untuk vaksin Covid-19.

Dalam 30 tahun terakhir dunia kesehatan terus bertarung untuk menurunkan kasus polio secara global yang telah mencapai penurunan 99,9%. Namun nyatanya polio sulit untuk dihindari lantaran penyakit ini kembali muncul setelah dari bermutasinya virus dalam vaksin (Circulating Vaccine Derived Poliovirus/cVDPV) yang beredar.

Kasus polio akibat cVDPV ini tersebar di sejumlah negara Afrika dan Mediterania Timur, serta wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara.

CVDPV ini jarang terjadi namun kasusnya disebabkan karena strain virus polio yang dilemahkan yang terkandung dalam vaksin polio oral (OPV) beredar di antara populasi yang belum diimunisasi polio. Sehingga virus ini dapat berpindah antarindividu dan dapat bermutasi secara genetik dan menyebabkan kelumpuhan.

"CVDPV tipe 2 saat ini adalah bentuk paling umum dari virus yang diturunkan dari vaksin," tulis WHO dalam keterangannya, dikutip Sabtu (14/11/2020).

Prosedur EUL yang dilakukan WHO ini ditujukan untuk menilai kesesuaian produk kesehatan yang belum memiliki lisensi selama keadaan darurat kesehatan masyarakat, seperti polio dan Covid.

Tujuannya adalah agar obat-obatan, vaksin dan diagnostik ini tersedia lebih cepat untuk mengatasi keadaan darurat. Penilaian tersebut dengan mempertimbangkan ancaman yang ditimbulkan oleh keadaan darurat terhadap manfaat yang akan diperoleh dari penggunaan produk berdasarkan bukti yang kuat.

Prosedur ini pertama kali diperkenalkan selama wabah ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 ketika beberapa diagnostik Ebola menerima daftar penggunaan darurat. Sejak itu, banyak diagnosis Covid-19 juga telah terdaftar. Sedangkan nOPV2 merupakan vaksin pertama yang mendapatkan izin ini dari WHO.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Terpopuler

X