23 Negara Buka Pintu Masuk Bagi Tenaga Kerja Asing, Termasuk dari Indonesia

- Senin, 21 Desember 2020 | 04:44 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap pekerja migran. Ia pun menegaskan, Negara tetap memberikan pelindungan dan pelayanan bagi PMI, sekalipun mereka berangkat melalui jalur nonprosedural.

“Semua dalam tanggungan negara, 90 persen kepulangan jenazah maupun yang sakit yang diberangkatan secara illegal,” kata Kepala BP2MI dilansir dari Kemnaker RI, Senin (21/12/2020).

Ia pun bersyukur 23 negara telah membuka masuknya tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Hal ini akan dimanfaatkan untuk membantu perluasan penempatan dan pelindungan PMI di luar negeri.

“Negara ini membuktikan diri akan terus bekerja dan memberikan pelayanan kepada setiap warga negaranya. Keselamatan, kemerdekaan, keberdayaan, kesejahteraan pekerja migran adalah hukum tertinggi. Ini dibuktikan oleh negara sekalipun yang diberangkatkan secara illegal,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengungkapkan bahwa hampir seluruh dunia terdampak pandemi Covid-19. Di Indonesia sendiri berdasarkan data Satgas Covid-19 per 15 Desember 2020, sebanyak 629.429 terkonfirmasi, 93.662 kasus aktif, 516.656 sembuh, dan 19.111 meninggal.

Namun demikian, kata Menaker Ida, kehidupan harus terus berjalan. Oleh karena itu, mau tidak mau semuanya harus menciptakan era tatanan kenormalan baru. 

"Kita semua harus tetap bekerja keras meski pandemi Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," kata Menaker Ida.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Kementerian Ketenagakerjaan sudah melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Di antaranya bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan bantuan masker untuk PMI di Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Brunei Darussalam.

Kemnaker juga memberikan bantuan bahan pokok kepada PMI yang terdampak Covid-19 di negara-negara penempatan dan pengalokasian program perluasan kesempatan kerja bagi CPMI/PMI dan anggota keluarganya. Bantuan tersebut berupa Program Padat Karya Infrastruktur, Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis, Teknologi Tepat Guna, dan Tenaga Kerja Mandiri.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Cek! Ini Wilayah yang Bisa Perpanjang SIM Secara Online

Senin, 27 September 2021 | 18:26 WIB
X