Pemerintah Fokus Gunakan AstraZeneca untuk Vaksin Booster 3 Bulan Awal

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


HARIANHALUAN.COM - Pemerintah mulai memfokuskan vaksinasi booster menggunakan jenis AstraZeneca di periode Januari hingga Maret 2022. Di mana, program vaksin booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota.

“Untuk triwulan 1 tahun 2022, alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca, mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi dalam keterangan resmi, Sabtu (29/1).

Sesuai dengan ketentuan, vaksin AstraZeneca dapat digunakan dengan interval 8 -12 minggu, namun untuk mempercepat pencapaian dosis primer, maka vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval delapan minggu. 

Baca Juga: Begini Fitur Face ID Baru iPhone, Buka Ponsel dengan Masker

Nadia melanjutkan, pelaksanaan vaksinasi program dosis booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian 70 % dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 %. Syarat penerima vaksin dosis lanjutan alias booster antara lain, pertama calon penerima vaksin menunjukkan nomor induk kependudukan alias NIK dengan membawa kartu tanda penduduk atau kartu keluarga (KTP/KK), melalui aplikasi PeduliLindungi. 00:10 / 00:15 Kedua, calon penerima vaksin booster harus berusia 18 tahun ke atas, dan ketiga telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap, minimal enam bulan sebelumnya.

Regimen dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada tiga bulan pertama 2022 untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac, maka diberikan vaksin AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca, maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), bisa juga vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), atau vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml). Di sisi lain, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) atau Indonesian Society of Internal Medicine menegaskan dukungannya terhadap program vaksinasi booster.

Baca Juga: Kapolri Mutasi 200 Perwira Tinggi, 66 Kapolres Diganti

Salah satunya, dengan mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan program pemberian vaksin booster Covid-19 oleh pemerintah. Rekomendasi itu disampaikan dalam surat terbuka kepada Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kepala Sub Dinas Unit (Kasubdit) lmunisasi Kementerian Kesehatan RI, serta seluruh PAPDI Cabang dan seluruh Perhimpunan Seminat dalam Lingkup PAPDI. Ketua Umum PAPDI, Sally A. Nasution menyatakan PAPDI mendukung pemberian vaksin booster Covid-19. Meski demikian, Ketua Badan Khusus Satgas lmunisasi Dewasa PAPDI, Samsuridjal Djauzi juga menegaskan pentingnya vaksin primer.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: katadata.co.id

Tags

Terkini

X