Jamiluddin Ritonga Pertanyakan Lambatnya Polisi Tangani Kasus Arteria Dahlan

- Senin, 31 Januari 2022 | 13:56 WIB
M Jamiluddin Ritongan
M Jamiluddin Ritongan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengamat komunikasi politik M Jamiluddin Ritongan mempertanyakan lambatnya pihak kepolisian menangani dugaan kasus ujaran kebencian berbau SARA yang dilakukan anggota DPR Arteria Dahlan.

"Aparat kepolisian terkesan memperlakukan kasus Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan berbeda. Padahal kasus mereka sama-sama diduga melakukan ujaran kebencian bernada SARA," kata Jamil, Senin (31/1/2022).

Perbedaan itu kata Jamil, terlihat dari respon kepolisian terhadap dua kasus tersebut. Polisi terlihat begitu cepat merespon kasus Edy Mulyadi. Sementara kasus Arteria Dahlan terkesan belum ditangani. Padahal, laporan masyarakat tentang kasus Arteria Dahlan lebih dahulu masuk ke polisi daripada kasus Edy Mulyadi.

Baca Juga: Anggota DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 Rao

Dilain pihak, respon masyarakat terhadap dua kasus itu relatif sama. Warga Jawa Barat bergelombang memprotes pernyataan Arteria Dahlan. Hal yang sama juga terlihat dari protes warga Kalimantan terhadap pernyataan Edy Mulyadi.

"Jadi, demi tegaknya hukum, sepatutnya kasus Arteria Dahlan juga segera diproses polisi. Dengan begitu, masyarakat tidak melihat adanya perlakukan hukum yang berbeda terhadap setiap warga negara," kata Jamil.

Baca Juga: Pekanbaru-Jogja Kini Bisa Terbang PP Lagi, Segini Harga Tiketnya

Jamil menduga ambatnya penanganan kasus Arteria Dahlan karena yang bersangkutan sebagai anggota DPR RI. Untuk memeriksa anggota DPR RI memang membutuhkan izin presiden.

"Kalau memang itu yang menjadi alasannya, idealnya polisi menyampaikannya ke masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami lambatnya penanganan proses hukum kasus Arteria Dahlan," kata Jamil.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X