Usai Penyanderaan Pilot Susi Air oleh KKB Papua, Penerbangan ke Wangbe Dihentikan

Administrator
- Selasa, 16 Maret 2021 | 10:38 WIB

HARIANHALUAN.COM - Kepala Bandara Ilaga, Herman Sujito, menyatakan hingga kini pelayanan penerbangan ke Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua, masih dihentikan. Penghentian pelayanan penerbangan itu dilakukan sejak adanya penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot dan tiga penumpang pesawat Susi Air pada Jumat pekan lalu.

Herman menyebutkan, pelayanan penerbangan dari Timika ke Wangbe dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum dipastikan.

Lapangan terbang Wangbe merupakan salah satu tujuan penerbangan perintis dan carter. Namun pelayanannya ditangani Unit Penyelenggara Bandar Udara (Upbu) Timika. 

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengakui adanya laporan pilot pesawat Susi Air didatangi anggota KKB sesaat setelah mendaratkan pesawat nya di Lapter Wangbe, Jumat pagi, 12 Maret 2021. 

Pesawat Susi Air itu berjenis pilatus dengan no nomor penerbangan PK-BVY tiba di lapangan terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 06.20 WIT. Ketika mendarat, pesawat itu didatangi sekelompok masyarakat yang diduga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), karena terlihat dua pucuk senjata api laras panjang. 

Anggota KKB meminta pilot tidak mengangkut anggota TNI-Polri. Usai bernegosiasi dan pilot menyampaikan tujuan penerbangan, anggota KKB mengizinkan pilot kembali terbang ke Timika.

Punia menjelaskan, di wilayah itu tidak ada pos polisi maupun polsek. Polres Puncak baru memiliki tiga polsek yakni di Ilaga, Sinak dan Bioga, ungkap Kompol Nyoman Punia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal sebelumnya mengatakan empat sandera telah dibebaskan setelah dua jam disandera. "Kondisi sehat dan tidak mendapatkan penganiayaan serta barang barang tidak dirampas," ucap Kamal melalui keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 Maret 2021. 

Setelah dua jam disandera, seorang penumpang kemudian berinisiatif melakukan negosiasi. "Akhirnya pilot dan penumpang diperbolehkan take off kembali ke Timika," kata Kamal. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X