Hari Ginjal Sedunia Usung Tema Kesehatan Ginjal untuk Semua

- Rabu, 9 Maret 2022 | 18:18 WIB
Dr. dr. Harnavi Harun, SpPD-KGH, FINASIM
Dr. dr. Harnavi Harun, SpPD-KGH, FINASIM

 

HARIANHALUAN.COM - Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap tahun di bulan Maret minggu kedua, momen ini sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

 

Oleh : Dr. dr. Harnavi Harun, SpPD-KGH, FINASIM
(Koordinator Wilayah Pernefri Sumbar Riau Kepri)

Hari Ginjal Sedunia didirikan pada tahun 2006 oleh International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundations (IFKF). Selain sebagai kampanye global akan pentingnya fungsi ginjal, tahun ini Hari Ginjal Sedunia juga turut menyoroti penyakit ginjal kronik (PGK) dan terapi pengganti ginjal.

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang ditandai dengan meningkatnya insiden gagal ginjal. Insiden PGK meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk usia lanjut dan kejadian penyakit diabetes melitus serta hipertensi. Sekitar 1 dari 10 populasi dunia mengalami PGK. Menurut hasil Burden of Disease tahun 2015, lebih dari 2 juta penduduk dunia meninggal akibat PGK.

Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dalam program IRR melaporkan peningkatan pasien PGK yang menjalani hemodialisis pada tahun 2017 mencapai 77.892 pasien. Insiden PGK di kota Padang sebesar 0,3% dengan insiden tertinggi pada usia 45 – 54 tahun. Pusat data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI tahun 2017 melaporkan perawatan penyakit ginjal merupakan ranking kedua pembiayaan terbesar dari BPJS kesehatan setelah penyakit jantung.

Baca Juga: PAN Masuk Kabinet Jokowi, Jamiluddin Ritonga: Tak Pengaruhi Elektabilitas

Berbagai usaha digunakan sebagai terapi pengganti ginjal, seperti cangkok ginjal, dialisis peritoneal dan hemodialisis. Proses hemodialisis menggunakan mesin dan “ginjal buatan” (dialyzer) untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan zat sampah dari dalam darah. Mesin ini hanya berfungsi sebagai pembuangan, tidak sepenuhnya menggantikan seluruh fungsi ginjal, sehingga tetap dibutuhkan pendukung lainnya. Proses hemodialisis banyak memberikan manfaat pada pasien penyakit ginjal kronik.

Terlepas dari itu, juga terdapat beberapa hal yang sering dikeluhkan oleh orang yang menjalani hemodialisis. Hal yang sering dikeluhkan itu terutama adalah kelebihan cairan (volume overload), gejala yang ditimbulkan seperti bengkak pada kaki, perut, tangan, wajah, dan dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada dan bahkan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

X