Begini di Riau, Peresmian BRK Syariah Tinggal Tunggu Waktu

- Rabu, 9 Maret 2022 | 22:14 WIB
Dok.Haluanriau.co
Dok.Haluanriau.co

HARIANHALUAN.COM - Tahap demi tahap persiapan konversi dari bank umum Bank Riau Kepri (BRK) menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), telah dituntas dengan baik.

Menurut Direktur Umum BRK, Andi Buchari terbitnya perizinan BRK syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya tinggal menunggu waktu. Pasalnya, seluruh kesiapan konversi sudah clear dan tidak ada masalah lagi.

"Alhamdulillah pimpinan OJK Riau tadi menyampaikan sudah secara clear, Insya Allah tak lama lagi perizinan BRK syariah keluar. Tapi kita harus betul-betul mempersiapkan banyak hal, baik itu mulai dari survei pasar, SOP, buku pedoman perusahaan, melakukan training/pelatihan SDM, kesiapan teknologi dan Perda. Seperti menyiapkan Perda saja perlu waktu," kata Andi dikutip haluanriau.co, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga: Gubernur Mahyeldi: Ada Oknum Manajemen Bank Nagari yang Sengaja Hambat Konversi Syariah

Sebelumnya, kata Andi menjelaskan, selain kepada masyarakat BRK juga mensosialisasikan dan sekaligus pembekalan kepada kepada 300 Asatidz, yang terdiri dari 100 orang Mubaligh/Ustadz se Kota Pekanbaru, dan 200 orang yang hadir secara Virtual melalui Zoom. Acara ini juga diikuti secara virtual oleh sekitar 180 Pimpinan Unit Kantor BRK, di Ballroom Dang Merdu BRK, Rabu (7/3).

Andi Buchari, menyampaikan, sebeluntuk memastikan aseptabilitas terhadap rencana konversi BRK, diawali inisiatof proses dengan dilakukannya survei yang dibantu oleh konsultan yang capable atau lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.

“Dari hasil survei, mayoritas responden nasabah dan non nasabah mencapai 97,4 persen mendukung pelaksanaan konversi BRK. Dan mayoritas nasabah BRK 97,3 persen akan tetap menjadi nasabah setelah konversi menjadi BRK syariah. BRK menjadi Bank yang ingin direkomendasikan oleh nasabah,” ujarnya.

Dijelaskan Andi, pada tahun 2021 kinerja keuangan BRK terus bertumbub dibandingkan tahun sebelumnya. Aset menjadi sebesar Rp30,8 Triliun. Laba usaha sebesar Rp515 Miliar, pembiayaan bermasalah 2,82 persen, dan Efisiensi Operasional dapat tetap dijaga yaitu 76,01 persen.

“Untuk unit usaha syariah BRK bahkan tumbuh lebih signifikan ditahun 2021. Aset sebesar Rp8,1 Triliun, selama 2020 dan 2021 tumbuh konsisten rata-rata 60 persen per tahun. Dan laba sebesar Rp231 Miliar atau tumbuh 150 persen,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Dari Ukraina, Jokowi Kembali ke Polandia

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:18 WIB
X