Pemudik Harus Booster, Jokowi: Jangan Bandingkan 79 Juta orang dengan 60 Ribu Penonton MotoGP

- Kamis, 31 Maret 2022 | 10:00 WIB
Presiden Jokowi. (Dok/BPMI Setpres)
Presiden Jokowi. (Dok/BPMI Setpres)

Kemudian warganet lain juga menimpal respon itu dengan menyatakan jika hitungan tersebut tidak bisa dibenarkan.

"Perhitungan bgtu ga bisa dibenarkan. Mandalika itu area yang akan dipadati jika ada arus lalulintas. Kalau anda mau menghitung dgn benar dan akurat, data dulu luas jalan seluruh indonesia, dan area luas jalan itulah yang diperhitungkan sebagai area yang akan dipadati," balasnya.

Baca Juga: Cek Fakta, Dokumen Berbahaya Milik Gibran dan Kaesang Terungkap

"Ini kaya nya logis tapi ga bisa dijadikan sampling. Karena yang akan dilewati ya tempat2 tertentu, bukan hutan di kalimantan, atau di papua," timpal warganet lainnya.

Sadar mendapatkan respon atas analisa hitungan tersebut, lalu warganet ini membalas lagi.

"Sekarang kita hitung lagi hasil tersebut Berapa kali lipat lebih berbahaya kah kerumunan di mandalika? 57,971/0.378 = 153,36 Ternyata 154,36 kali lipat atau 15ribu persen lebih berbahaya kerumunan di mandalika," lanjutnya membalas warganet yang menyalahkan analisa hitungannya.

Baca Juga: Fantastis, Pemerintah Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Dukungan Seni Budaya dan Perfilman

Dan mendapatkan respon dari warganet lain. "Tolong hitung juga bang, berapa lama waktu kontak di pesawat. Trus dibanding dg waktu kontak saat di Mandalika. Dan waktu kontak shalat taraweh dan shalat id. Trus bandingin dg waktu kontak saat di Mandalika. Ruwet..ruwet...ruwet..," tulisnya.

Bahkan, ada warganet yang mengapresiasi analisa tersebut dan berkat itu, untuk diangkat jadi menteri.

"Pak @jokowi, ni mas @indramlyd. layak dipilih jadi Menteri PUPR atau Menko PEREKONOMIAN ketika Bapak membandingkan Mudik dengan Mandalika.. mas ini menjawab dengan data.. JUARA.," ujarnya membalas.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X