Menteri LHK Minta Para Rimbawan Tinggalkan Pendekatan Antroposentris 

- Kamis, 31 Maret 2022 | 22:13 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meminta para rimbawan untuk tinggalkan pendekatan antroposentris .
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meminta para rimbawan untuk tinggalkan pendekatan antroposentris .

 

HARIAN HALUAN - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meminta para Rimbawan untuk bergerak meninggalkan pendekatan antroposentris dan menuju ke arah biosentris dan ekosentris. 

“Dalam upaya pengelolaan hutan berkelanjutan, sesungguhnya Rimbawan juga profesional di bidang lingkungan hidup,” ujar Menteri Siti Nurbaya pada Resepsi Peringatan Hari Bakti Rimbawan yang digelar secara luring dan daring di  Jakarta, Kamis (31/03/2022). 

Menurut Siti, Hari Bakti Rimbawan merupakan penegasan dan pengakuan sebuah profesi di bidang pengelolaan hutan.

Hari Bakti Rimbawan juga merupakan tonggak konsolidasi para Rimbawan di seluruh Indonesia untuk kembali menguatkan komitmen dan kesadaran dalam berkarya dan membangun hutan dan kehutanan Indonesia. 

“Rimbawan bukan hanya orang-orang yang bertugas mengelola hutan saja, tapi menyangkut siapapun yang memiliki sikap mental, pemikiran, perhatian, dan dedikasinya untuk pengelolaan hutan berkelanjutan dan kelestarian alam,” papar Siti.  

Siti Nurbaya juga mengingatkan kesadaran menjaga alam Indonesia sebagai mandat yang cukup berat, sehingga secara sekuensial perkembangan dan  perubahan harus diikuti dan direkayasa menurut kebutuhan strategis bangsa. 

Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada seluruh Rimbawan bahwa dalam upaya pengelolaan hutan berkelanjutan, sesungguhnya Rimbawan juga profesional di bidang lingkungan hidup.

Seperti diketahui, tanggal 16 Maret tahun 1983, merupakan tanggal berdirinya Departemen Kehutanan yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Bakti Rimbawan.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X