Darul Siska: Pemerintah Perlu Beri Reward Daerah yang Berhasil Turunkan Stunting 

- Selasa, 5 April 2022 | 15:53 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska (dpr.go.id)
Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska (dpr.go.id)

HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi IX DPR RI, Darul Siska mengusulkan pada pemerintah untuk memberikan reward  atau penghargaan bagi daerah-daerah yang berhasil menurunkan angka stunting.

Sebaliknya akan diberi punishment bagi daerah yang kurang optimal menurunkan stunting

"Dengan adanya reward and punishment ini akan membuat para pejabat daerah tidak lagi menyepelekan masalah kesehatan, terutama stunting ini," kata Darul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan yang membahas mengenai percepatan penurunan stunting sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2022). 

“Mestinya di pusat ini membuat ada semacam reward dan punishment untuk daerah. Mungkin sudah harus dipikirkan oleh kita kalau program (penurunan stunting) ini diperlombakan di tingkat daerah. Sehingga, mereka yang sukses mencapai target penurunan sekian persen itu ada reward-nya,” jelas Darul. 

Terkait angka stunting yang cukup tinggi di beberapa daerah ini, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar I tersebut menyampaikan usulannya agar dapat menjadi motivasi bagi para pejabat di daerah untuk meningkatkan kinerjanya.

Sebab, dari data yang disampaikan BKKBN, sejauh ini dari target penurunan stunting yang ditetapkan sebesar 14 persen pada 2024, hanya sekitar 3 persen saja yang baru tercapai pada tahun 2022 ini. 

Untuk tercapainya percepatan penurunan stunting, Darul menyoroti upaya sosialisasi ke masyarakat yang perlu ditinjau lebih lanjut.

Informasi yang dijelaskan dapat lebih mudah dipahami masyarakat. 

Menurutnya, program sosialisasi yang kini dilaksanakan perlu ditingkatkan dengan membuat panduan booklet, dan disarankan untuk petugas sosialisasi agar menyederhanakan penggunaan bahasanya.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

X