KKP Perbarui Data Estimasi Potensi Ikan, Totalnya 12,01 Juta Ton per Tahun

- Rabu, 6 April 2022 | 20:35 WIB
Komnas Kajiskan dalam dialog Bincang Bahari KKP
Komnas Kajiskan dalam dialog Bincang Bahari KKP

HARIAN HALUAN - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perbarui data estimasi potensi sumber daya ikan (SDI) yang ada di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) menyusul terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 19 Tahun 2022. 

Penetapan estimasi potensi ikan saat ini diakui lebih baik karena menggunakan metodologi penghitungan yang semakin baik pula untuk mendukung implementasi program pengelolaan perikanan berkelanjutan, salah satunya kebijakan penangkapan terukur. 

Kepmen KP Nomor 19/2022 isinya tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan, Jumlah Tangkapan Ikan yang Diperbolehkan (JTB), dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik. 

Baca Juga: Di Hari Nelayan, KKP Disentil soal Kelangkaan BBM di Kawasan Pesisir

Sesuai Kepmen KP tersebut, total estimasi potensi sumber daya ikan di 11 WPPNRI sebanyak 12,01 juta ton per tahun dengan JTB 8,6 juta ton per tahun. 

Ketua Komisi Nasional Pengkajian Ikan (Komnas Kajiskan) Prof. Indra Jaya mengatakan estimasi potensi tersebut dibagi dalam sembilan kelompok sumber daya ikan yaitu ikan demersal, ikan karang,  pelagis kecil, cumi, udang penaeid, lobster, rajungan , kepiting dan pelagis besar.

“Bagaimana proses ini dilakukan? Ada pengumpulan data yang dilakukan oleh teman-teman peneliti dari berbagai sumber. Ada yang dari survei menggunakan kapal riset, observer, juga memanfaatkan statistik perikanan," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Trenggono Bawa KKP Raih Sejumlah Penghargaan di Ajang PRIA 2022

Lebih lanjut, data itu diproses dan dianalisis menggunakan model-model pengkajian stok sumber daya ikan yang ada. 

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

X